in

Beredar Video Salat Tarawih Super Kilat Di Blitar, 23 Rakaat Cuma 15 Menit

Salat tarawih super kilat (foto: YouTube)

Salat tarawih merupakan salat sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, salat tarawih dianggap istimewa oleh kaum Muslim.

Bila pada umumnya salat tarawih yang 23 rakaat menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, berbeda dengan salat tarawih di salah satu pesantren di Blitar, Jawa Timur ini yang hanya menghabiskan waktu 15 menit.

Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh pengguna bernama bandi sb1m, pada Rabu, 24 Juni 2015, menunjukkan imam salat tarawih tersebut mengerjakan salat sunnah ini dengan sangat cepat.

Menurut keterangan video tersebut. salat tarawih super kilat ini dilakukan di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Kecamatan Udanawu, Blitar. Setidaknya, salat tarawih 20 rakaat ditambah 3 rakaat salat sunnah witir ini hanya dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Karena salat tarawih ini begitu singkat, banyak anak muda yang tertarik untuk menunaikan ibadah salat sunnah di malam puasa ini. Setiap malamnya, ada 5.000 jamaah, baik muda maupun tua, yang mengikuti salat tarawih di pesantren tersebut.

Rupanya, pelaksanaan salat tarawih kilat ini sudah berlangsung secara turun-menurun dari generasi ke generasi, yakni ketika pesantren ini mulai didirikan oleh KH Abdul Ghofur, sekitar 160 tahun yang lalu.

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diya’uddin Az-Zamzami, salah satu pengasuh pesantren Mambaul Hikam, seperti dikutip Wow Menariknya dari keterangan video tersebut.

Menurut Gus Diya yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyah, mengatakan bahwa salat kilat ini dilakukan karena sang imam tarawih hanya membacakan doa yang wajib-wajib saja, seperti niat, takbirotul ihram, baca Fatihah, ditambah dengan surat pendek.

“Doa ruku, kita singkat cukup ‘Subhanallah’. Lainnya hanya Allah-Allah saja. Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk Nabi Muhammad kemudian salam,” jelas Gus Diya.

Loading...