Gambaran Menakjubkan Dari Kota-Kota Masa Depan

Beberapa ilmuwan percaya bahwa kota itu hidup sama seperti makhluk hidup lainnya. Memiliki jantung, di mana penduduknya berperan sebagai pemompanya dan jalanan berperan sebagai pembuluh darah dan beberapa orang lainnya berperan sebagai parasit.

Setidaknya, 54 persen dari seluruh penduduk di dunia tinggal di daerah perkotaan dan akan terus meningkat hingga 66 persen pada tahun 2050. Dengan kata lain, sekitar satu juta penduduk pindah ke kota setiap harinya.

Loading...

Oleh karena itu suatu perkotaan akan terus bertambah populasinya hingga tidak dapat menampung penduduk lagi. Sementara lahan terbatas, beberapa ilmuwan yakin bahwa suatu kota buatan itu bisa diciptakan untuk menopang kelangsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan.

Penasaran seperti apa gambaran kota-kota buatan di masa depan. berikut beberapa gambaran kota yang sudah direncanakan akan rampung di masa depan, seperti dilansir Toptenz.net.

10. Kota Masdar – Uni Emirat Arab

(foto: toptenz.net)

Meningkatnya produksi minyak dan distribusi serta proyek-proyek kontruksi selama satau dekade terakhir, membuat Uni Emirat Arab harus menciptakan sebuah kota pertama di dunia bebas karbon yang disebut Masdar.
.
Kota ini sepenuhnya didukung oleh 88.000 panel surya pertanian yang diletakan di luar pinggiran kota. Keran air dan lampu di dalam kota diprogram otomatis sesuai sensor gerakan untuk membatasi konsumsi energi. Selain itu, di sekitar kota akan dikelilingi dengan dinding dan membangun sebuah menara setinggi 150 kaki untuk menghisap udara dan mengeluarkannya di seluruh wilayah kota.

Mobil dan kendaraan lainnya dilarang berada di dalam tembok kota. Sehingga penduduk hanya bisa menggunakan transportasi bertenaga listrik yang sudah disediakan di bawah jaringan tanah. Setelah kota ini rampung, Masdar akan menjadi rumah bagi 40.000 penduduk dan 50.000 lapangan kerja.

9. Delhi-Mumbai Industrial Corridor – India

(foto: toptenz.net)

India adalah rumah bagi lebih dari 1,2 miliar penduduk dan 350 juta di antarnya akan diprediksi pindah ke  kota dalam satu dekade mendatang. Oleh sebab itu, pemerintah India memulai proyek infrastruktur dalam sejarah yang disebut Delhi-Mumbai Industrial Corridor.

Koridor ini memiliki luas sekitar 920 mil (1.480 km), di mana tempat ini akan membuat India menjadi produsen barang-barang termurah di dunia. Di dalam koridor sudah disediakan satu set rel modern yang digunakan untuk mengangkut barang-barang langsung menuju bandara atau pelabuhan.

Kota ini juga akan dibangun dalam cara yang paling ramah lingkungan dengan mengandalkan energi terbarukan. Proyek raksasa ini didanai sebagian besarnya oleh Jepang. Perkiraan biaya proyek ini mencapai US$ 90 miliar ().

8. Kota Ekonomi Raja Abdullah – Arab Saudi

(foto: toptenz.net)

Dengan 24% dari perdagangan global melewati Laut Merah, tak heran kalau Arab Saudi telah merampungkan pelbauhan terbesar di dunia, Pelabuhan Raja Abdullah di wilayah ini. Tapi, pelabuhan itu sebagian kecil dari proyek yang direncanakan Arab Saudi, yaitu Kota Ekonomi Raja Abdullah.

Kota dengan anggran yang diperkirakan mencapai $100 miliar () ini akan menjadi kota terbesar, di mana kota-kota besar seperti Madinah dan Mekah akan saling terhubung dengan teknologi rel berkecepatan tinggi.

Di dalam kota ini juga terdapat pabrik petrokimia yang sudah menarik 60 perusahaan nasional dan internasioanl. Beberapa di antaranya sudah beroperasi. Selain itu, kota ini juga sudah dilengkapi dengan King Abdullah University of Science yang akan menjadi universitas terbaik di dunia.

Pada dasarnya kota ini akan menjadi rumah bagi 2 juta penduduk dan akan menyediakan satu juta lapangan kerja.

7. Songdo International Business District – Korea Selatan

(foto: toptenz.net)

Terletak 40 mil dari Seoul, 40 persen dari kota ini terdiri dari taman dan ruangan hijau. Salah satu teknologi paling cerdik yang digunakan di Songdo adalah sistem penyedot sampah, yang akan langsung menyedot sampah dari tempat sampah melalui serangkaian pipa bahwa tanah langsung menuju fasilitas daur ulang.

Ide cerdas lainnya yang digunakan kota ini adalah penggunaan jaringan informasi yang menghubungkan setiap perangkat, layanan, dan komponen melalui teknologi nirkabel. Hal itu memungkin seluruh kota akan terkoordinasi dan tersinkronisasi yang pernah dilakukan sebelumnya.

Rencanya kota ini akan selesai pada akhir tahun 2016, di mana Songdo akan jadi rumah bagi 60.000 penduduk serta lapangan pekerjaan untuk 300.000 orang.

6. Satu Menara, Satu Kota – Di Beberapa Negara

(foto:toptenz.net)

Kota-kota yang tidak memiliki lahan yang luas cenderung menciptakan gedung pencakir langit untuk menampung penduduknya yang sudah sangat padat. Sebut saja menara Burj Khalifa di Dubai (2716 kaki).

Karena ide tersebut, beberapa negara sudah merencanakan untuk menciptakan menari super tinggi dan luas yang nantinya akan menjadi kota metropolis. Seperti Kuwait dan Azerbaijan yang merencanakan proyek Menara Mubarak al-Kabir (3.285 kaki untuk Kuwait dan 3.444 kaki untuk Azerbajian). Rencananya gedung pencakar langit itu akan selesai antara tahun 2016 dan 2019.

Selain itu, Dubai masih menginginkan gedung pencakar langit lainnya yang disebut Dubai City Tower yang memiliki tinggi 7.874 kaki yang rencananya akan selesai pada tahun 2025.

5. Lubang Kelinci – Meksiko

(foto: toptenz.net)

Konsepnya sama dengan menara yang tadi, tapi konsep lubang kelinci merupakan kebalikannya. Meksiko berencana untuk membangun kota di bawah tanah pertama di dunia.

Arsitek dan insinyur berencana untuk membangun kota bawah tanah dengan 65 pantai dan sebuah priamida terbail seluas 82.000 persegi yang tepat berlokasi di bawah Meksiko City.

Selain di Meksiko, seorang desainer asal Amerika Serikat Matthew Fromboluti memiliki rencana yang sama untuk menciptakan kota bahwa tanah dekat kota Bisbee, Arizona. Proyek tersebut menggunakan bekas lokasi tambang seluas 300 kaki dengan kedalaman 900 kaki.

4. Umka – Rusia

(foto: toptenz.net)

Rusia akan menggunakan tundra Siberia untuk dijadikan sebuah kota mandiri bernama Umka yang diharapkan bisa menghangatkan para penduduknya saat musim dingin tiba.

Desain kota ini menyerupai Stasiun Luar Angkasa Internasional, tetapi luasnya lebih besar lagi. Kota ini nantinya akan menjadi rumah bagi 5.000 penduduk dan akan menjadi kota yang bebas dari dunia luar. Selain itu kota ini sudah dilengkapi dengan desain futuristik yang akan melindungi penduduknya dari gunung es mencair.

3. Kota Terapung – Cina, Jepang

(foto: toptenz.net)

Perubahan iklim, permukaan air laut yang terus meningkat, dan sumber daya alam yang semakin berkembang membuat Cina berencana untuk menciptakan Kota Terapung. Kota ini nantinya memiliki luas 4 mil persegi dan sudah dilengkapi oleh jalan bawah tanah.

Sementara itu, sebuah perusahaan Jepang Shimizu telah menyelesaikan rancangan kota terapung mereka sendiri yang disebut Floating Green. Sesuai namanya, sebagian besar kota terapung ini tertutupi oleh vegetasi alam dan menara di pusat kota akan bertindak sebagai pusat peternakan dan pemukiman penduduknya

Selain itu Jepang juga berencana menciptakan kota bawah laut pertama yang disebut Ocean Spiral. Kota ini akan menjadi rumah bagi 5.000 orang dan akan menggunakan air laut sebagai sumber energi. Wah, bagaimana penduduknya bisa bernafas?

2. Proyek Venus

(foto: toptenz.net)

Proyek Venus adalah kota masa depan dengan rancangan serta tatak letak yang sempurna karya Jacque Fresco. Kota ini memiliki bentuk lingkaran yang memungkinkan penggunaan sumber daya secara efisien, termasuk waktu.

Yang akan menjadi tulang punggung Proyek Venus adalah pabrik bangunan yang akan mampu memproduksi bangunan-bangunan secara massal. Struktur kota yang ringan dan tahan terhadap cuaca juga memungkinkan mengurangi risiko kerusakan akibat bencana alam seperti banjir, gempa atau kebakaran.

1. Kota Berbentuk Kubus

(foto: toptenz.net)

Desain kota ini memang tak biasa dan terdengar aneh, di mana kubuh berwarna gelap dengan ukuran yang berbeda-beda akan menjadi bentuk dasar kota masa depan yang satu ini. Cara kerja kubus ini seperti panel surya pada umumnya, tetapi selain menghasilkan energi bisa juga digunakan sebagai rumah atau taman.

Tapi jika diperhatikan kembali, proyek yang satu ini terbilang sangat rumit dan sulit dipahami bagaimana seseorang atau suatu kelompok bisa hidup di dalam kubus.

Loading...