Senin, 18 September 2017

Menguak Arti Membungkuk Yang Sering Dilakukan Orang Jepang


Bagi negara Jepang, membungkukkan badan merupakan salah satu etika pergaulan yang sangat penting. Baik dalam menyapa secara sepintas ataupun sebagai bentuk permohonan maaf. Budaya membungkuk di Jepang sudah sangat melekat di hati setiap masyarakatnya.

Seperti pada saat mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama menjabat tangan Kaisar Akihito sekaligus membungkukkan badannya yang terlihat kikuk. Meskipun masyarakat tidak tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Obama, namun media Jepang memberitakan bahwa tindakan ini merupakan aspek kehidupan Amerika yang sulit dipahami.

Lalu pada saat perusahaan otomotif Toyota meminta maaf atas penarikan mobil-mobil milik Toyota. Menurut keterangan, presiden Toyota yaitu Akio Toyoda meminta maaf namun dengan membungkuk sedikit. Padahal kesalahan perusahaan ini bisa dikatakan besar sebagaimana keluhan yang dilontarkan pada perusahaan terkait rem dan pedal gas.

Media Jepang yang dikenal karena sopan, namun secara terus terang mengatakan bahwa sikap Toyoda itu terlambat dan tidak memadai. Karena membungkuk sedikit dapat diartikan bahwa permintaan maaf tersebut dinilai tidak tulus dan tidak memenuhi harapan dari masyarakat.


Semakin dalam dan semakin lama dia membungkuk, menandakan bahwa dia benar-benar merasa menyesal. Membungkuk sedikit dan hanya sesaat ditujukan pada seseorang yang menjadi sasaran kemarahan atasan. Membungkukkan bahu dan langsung pergi seperti sikap anak kecil yang baru dimarahi.

Sedangkan membungkukkan badan berkali-kali sampai ke pinggang, itu menandakan bahwa orang tersebut menunjukkan permohonan maaf karena kesalahannya yang ekstrim. Meskipun tidak ada peraturan tertulis, namun tanpa sadar isyarat badan ini dilakukan dalam segala interaksi.

Saat tampil kedua kali, Akio Toyoda membungkukkan badannya lebih dalam dan lebih khidmat di depan media pada saat konferensi pers. Namun Toyoda terlihat suram dan tidak nyaman karena menghadapi pertanyaan terkait kritik terhadap perusahaannya.

Selain itu, Toyoda berasal dari kebudayaan Zen yang lebih mementingkan tindakan daripada ucapan dan mengutamakan sikap diam dan tabah. Karena ingin menunjukkan tekad untuk memulihkan kehormatan keluarganya dan mendapatkan kembali kepercayaan konsumen, dia membungkukkan badan dengan dalam dan khidmat yang menunjukkan penyesalan dan ketulusannya.
by Hanna Yuliana
Senin, 18 September 2017
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X