Rabu, 12 Juli 2017

9 Alasan Kalau Hidup Di Korea Itu Tak Seindah Film Drama

by Chalista Tamara
Rabu, 12 Juli 2017
(foto: boodmo.com)

Budaya Korea memang semakin merambah ke dalam negeri mulai dari kuliner, musik hingga film drama  nya sukses membuat masyarakat Indonesia ingin berbondong-bondong mengunjungi dan melihat seperti apa Korea Selatan sebenarnya.

Namun, meski populer, siapa sangka kehidupan di Korea Selatan ternyata tak seindah apa yang ada dalam iklan-iklan pariwisata atau film drama Korea yang Anda lihat di televisi. Kehidupan sebenarnya di Korea justru berbanding terbalik dengan film drama yang mereka ciptakan.

Berikut ada sembilan alasan kuat yang membuktikan kalau hidup di Korea Selatan itu sebenarnya tak seindah atau seromantis film-film drama.

1. Standar akademik yang kurang realistis

(foto: forumdewa.net)

Sudah jadi hal yang biasa jika anak-anak SMP dan SMA di Korea pulang larut malam, biasanya mereka pulang saat pukul 10 malam. Usia mereka akan terus belajar, belajar dan belajar sehingga sangat jarang dari mereka menikmati masa mudanya. Bukan hanya belajar di sekolah tapi para pelajar juga wajib mengikuti les sampai larut malam.

2. Senioritas dan bullying

(foto: hancinema.com)

Masih dalam lingkungan sekolah, selain pelajar harus belajar hingga larut malam, senioritas yang berakibat bullying juga kerap kali terjadi. Biasanya para senior akan bertindak semena-mena, karena itu bully adalah hal yang sudah biasa di Korea. Maka dari itu banyak beberapa drama yang memasukan adegan bully karena hal tersebut memang biasa terjadi di Korea.

3. Tidak bisa bersantai

(foto: englishspectrum.com)

Tekanan hidup setiap waktunya membuat orang Korea memiliki budaya cepat-cepat atau tidak bisa bersantai. Masyarakat di Korea akan terus merasa dikejar waktu. Bahkan beberapa dari mereka akan berlarian di tempat umum tanpa mempedulikan sekelilingnya karena dikejar waktu atau karena ingin cepat.

4. Standar kecantikan yang kurang realistis

(foto: businessinsider.com)

Sudah jadi rahasia umum jika pria dan wanita Korea sangat terobsesi dengan kecantikan. Mereka yang dilahirkan tidak rupawan justru akan diperlakukan berbeda yang membuat mereka berpikir pendek dan ingin melakukan operasi plastik. Karena inilah operasi plastik begitu menjamur di Korea dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

5. Kompetitif dalam segala hal

(foto: thongtinhanquoc.com)

Kompettitif dalam hal akademik akan lebih terasa di Korea. Sistem pendidikan dan budaya yang menekankan kita buruk jika dikalahkan oleh orang lain menjadikan masyarakat berkompetisi dan fokus pada diri sendiri. Berapapun nilainya, yang terpenting adalah orang lain mendapat lebih rendah dari kita.

6. Kesenjangan

(foto: asktheexpat.com)

Bagi mereka yang berpendapatan rendah jelas tidak bisa berkompetisi dengan mereka yang berpendapatan tinggi, padahal Korea termasuk dalam negara makmur yang sayangnya belum mampu membagi rata kekayaannya. Hal ini juga mengakibatkan kesenjangan sosial yang berujung pada pembullyan.

7. Perseteruan dengan Korea Utara yang tak kunjung berakhir

(foto: latimes.com)

Tentu saja isu-isu dari Korea Utara tak bisa lepas dari Korea Selatan. Meski kini bisa terbilang aman, namun Korea Utara bisa saja sewaktu-waktu menyerang Korea Selatan. Percobaan bom atau senjata biasanya seringkali dilakukan oleh Korea Utara yang tentu saja membuat warga Korea Selatan ketar-ketir.

8. Menghadapi musim dingin yang panjang

(foto: vivoduday.com)

Bukan hanya panjang, musim dingin di Korea juga sangat berat. Hal ini karena Korea mendapat 'jatah' debu kuning dari gurun-gurun di Mongol, badai angin yang kencang yang akhirnya menyulitkan aktivitas warga.

9. Tingkat stres yang luar biasa tinggi

(foto: olddisgruntledbastard.com)

Pemegang urutan pertama dalam tingkat bunuh diri dimiliki oleh Korea Selatan. Apalagi alasannya jika tuntutan hidup dengan berbagai standar yang diterapkan membuat mereka stres dan yang tak mampu bersaing memilih mengakhiri hidupnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X