Jumat, 09 Juni 2017

Wow, Para Ilmuwan Akan Menghidupkan 5 Hewan Yang Sudah Punah Ini

Ilustrasi mammoth (foto: uchicago.edu)

Kepunahan adalah sesuatu hal yang pasti terjadi di dalam sebuah sistem makhluk hidup. Khusus untuk dunia hewan, kepunahan bisa terjadi karena banyak faktor. Faktor alam dan faktor ulah manusia bisa menyebabkan banyak spesies hewan punah.

Tercatat, banyak spesies hewan yang sudah punah sebenarnya disebabkan oleh manusia. Hal itu memicu rasa prihatin di kalangan ilmuwan, sehingga banyak ilmuwan yang ingin menghidupkan kembali hewan-hewan yang sudah punah.

Awalnya pasti terdengar tabu, bahkan mustahil untuk dilakukan oleh manusia demi menghidupkan kembali beberapa hewan yang sudah punah. Namun berikut simak ulasan tentang usaha para ilmuwan untuk mencoba menghidupkan lima hewan yang sudah punah berikut ini.

1. Aurochs

(foto: businessinsider.com)

Di benua Eropa, terdapat seekor sapi yang disebut Aurochs yang biasanya mereka sebut nenek moyangnya para sapi. Hewan ini tidak hanya hidup di Eropa saja, akan tetapi menyebar di Asia, dan beberapa daerah di Afrika Utara. Para ilmuwan belum mengetahui secara jelas penyebab punahnya hewan ini. Oleh sebab itu, beberapa ilmuwan berasal dari Polandia berusaha mencoba menghidupkan kembali Aurochs melalui projek yang dinamakan Project Tauros.

2. Bebek Labrador

(foto: mongabay.co.id)

Sekitar tahun 1850 hingga 1870, keberadaan bebek Labrador menghilang tanpa sebab. Bebek Labrador adalah hewan endemik yang berpopulasi di Amerika Utara. Kepunahan hewan ini masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi para ilmuwan, oleh karenanya para ilmuwan di Amerika Utara berencana untuk menghadirkan kembali bebek Labrador.

3. Quagga

(foto: wikipedia.com)

Sepintas hewan ini menyerupai dengan seekor kuda dan seekor zebra, yang namanya adalah Quagga, spesies yang masih termasuk keluarga dari zebra. Hewan ini banyak berpopulasi di Afrika Selatan, karena terlalu banyak yang memburunya, hingga hewan ini punah. Pada tahun 1870 pertengahan, Quagga hidup liar dan tewas ditembak oleh pemburu. Saat ini, para ilmuwan berencana menghadirkan kembali Quagga. Projek ini dinamakan The Quagga Project.

4. Badak Wooly

(foto: pinterest.com)

Berbeda dengan badak pada umumnya, badak Wooly memiliki bulu pada bagian seluruh tubuhnya. Hewan ini adalah spesies hewan badak besar yang hidup di zaman Pleistosen. Bangkai badak Wooly ditemukan membeku di Siberia oleh seorang pebisnis pada tahun 2015. Penemuan badak Wooly membuat munculnya secercah harapan bagi para ilmuwan untuk bisa mengkloning badak Wooly dan menghidupkannya kembali. Akan tetapi rencana tersebut tidak semulus yang sudah diperkirakan, karena ada beberapa bagian DNA yang hilang.

5. Mammoth Wooly

(foto: bbc.com)

Mammoth Wolly adalah mammoth yang hidup secara terisolasi di era Pleistosen di sebuah pulau di Samudra Arktik sekitar 4000 tahun yang lalu. Para ilmuwan sedang meneliti penyebab punahnya hewan yang serupa dengan gajah ini. Dengan bekal DNA dari bangkai mammoth yang sudah membeku, para ilmuwan sedang mencoba menerobos ketidakmungkinan demi menghadirkan kembali mammoth Wooly.
by Fasya Zulfah
Jumat, 09 Juni 2017
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X