Rabu, 21 Juni 2017

7 Fenomena Mengerikan Yang Terjadi Di Bumi Miliaran Tahun Lalu

(foto: Listverse)

Sebelum ada manusia, dunia ini adalah tempat yang sangat berbeda. Miliaran atau jutaan tahun lalu, planet Bumi termasuk isinya tidak tampak seperti sekarang.

Sekitar 4,5 tahun terakhir, planet ini mengalami banyak fenomena dan kejadian mengerikan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Misalnya saja zaman es dan asteroid yang memusnahkan dinosaurus. Tapi itu belum seberapa dengan beberapa fenomena mengerikan ini yang pernah terjadi di Bumi  miliaran tahun lalu yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya.

Menurut ilmuwan, Bumi kita ini telah mengalami banyak periode selama proses terbentuknya kehidupan. Kebanyakan periode sebelum kehidupan muncul di planet ini sangat mengerikan untuk dibayangkan.

Berikut beberapa fenomena dan kejadian mengerikan yang pernah menimpa Bumi miliaran tahun lalu, seperti dilansir Wow Menariknya dari Listverse.

1. Langit Berwarna Oranye Dan Laut Berwarna Hijau

(foto: Listverse)

Langit tidak selalu berwarna biru, sekitar 3,7 miliar tahun lalu, diyakini kalau langit berwarna oranye yang kabur, air laut tidak biru tapi berwarna hijau, dan benua-benua berwarna hitam. Ketika itu susunan bumi sangat berbeda dan menjadi alasan kenapa bumi miliaran tahu lalu tidak akan tampak seperti sekarang.

Lautan bisa berwarna hijau karena formasi besi dilarutkan ke dalam air laut, menumpahkan karat hijau dan membuat sebagian besar air laut berwarna hijau. Benua-benua atau daratan tidak berwarna cokelat tanah, melainkan berwarna hitam karena tertutup lahar dingin dan belum ada tumbuhan sama sekali.

Dan langit tidak biru tapi berwarna oranye karena oksigen 3,7 miliar tahun lalu tidak sebanyak seperti sekarang. Sebaliknya, sebagian besar langit mengandung metana, yang ketika terkena sinar matahari akan menghasilkan kabut oranye.

2. Bumi Dulu Berwarna Ungu

(foto: Listverse)

Saat tumbuhan pertama muncul di Bumi, warnanya tidak hijau seperti sekarang. Menurut salah satu teori, 4 miliar tahun lalu tumbuhan dipercaya berwarna ungu karena punya cara menyerap cahaya matahari yang berbeda dengan tumbuhan sekarang.

Tanaman modern berwarna hijau karena mereka menggunakan klorofil untuk menyerap sinar matahari, tapi diyakini kalau tanaman pertama menggunakan retina sehingga warna yang dihasilkan jadi ungu.

Sekitar 1,6 miliar tahun lalu, Bumi kita ini dipercaya berwarna ungu karena sebagian besar daratan terdiri dari tumbuhan berwarna ungu dan lapisan belerang berwarna ungu menutupi permukaan air laut.

3. Dunia Seperti Bola Salju

(foto: Listverse)

Kita semua tahu kalau dunia ini pernah mengalami zaman es yang panjang. Tapi ada bukti baru bahwa dunia ini pernah beberapa kali mengalami zaman es. Sekitar 716 juta tahun lalu, Bumi kita ini mengalami periode yang disebut "Bola Salju Bumi". Disebut demikian karena Bumi ketika itu terututp es sehingga tampak seperti bola salju jika dilihat dari ruang angkasa.

Dunia ketika itu sangat dingin hingga ada gletser di daerah khatulistiwa. Hal itu dibuktikan ilmuwan dengan penemuan jejak gletser purba di Kanada. Kedengarannya memang sangat aneh, tapi 700 juta tahun lalu, Kanada berada di daerah khatulistiwa.

Jadi, daerah paling panas di Bumi ketika masa itu sebanding dengan dinginnya Kutub Utara atau Selatan sekarang.

4. Hujan Asam Menghujani Bumi Selama 100.000 Tahun

(foto: Listverse)

Periode "Bola Salju Bumi" berakhir dengan cara yang sangat mengerikan. Diyakini Bumi mengalami periode yang ilmuwan sebut sebagai pelapukan kimia yang hebat, di mana ketika itu hujan asam terus-menerus menghujani Bumi selama 100.000 tahun lamanya.

Hujan asam sangat deras dan berat sehingga melelehkan gletser yang menutupi planet ini. Namun disamping mengerikan, hujan asam ini mengirim nutrisi ke laut dan membiarkan tumbuhan mulai hidup di dalam laut. Hal itu mengirimkan oksigen ke atmosfer dan memungkinkan memulai kehidupan baru di planet Bumi ini.

Tapi sebelum kehidupan baru muncul, hujan asam ketika itu tetap sangat mengerikan yang membuat udara penuh dengan karbondioksida.

5. Arktika Dulu Adalah Daerah Yang Hijau

(foto: Listverse)

Arktika adalah daerah yang terletak di Kutub Utara Bumi yang sudah jelas sebagian besar daerah tersebut terdiri dari lapisan es. Tapi sekitar 50 juta tahun lalu, Arktika adalah daerah yang hijau dan penuh dengan kehidupan. Periode ini disebut Epoch Epidene awal.

Pada periode ini, dunia ini adalah tempat yang jauh lebih hangat. Jika bisa jalan-jalan ke periode tersebut, Anda bisa menemukan pohon palem di Alaska dan buaya berenang di lepas pantai Greenland. Bahkan ujung utara planet ini ditutupi warna hijau.

Dipercaya ketika itu Samudra Arktika adalah kolam air tawar besar dan benar-benar penuh dengan kehidupan. Selama era ini, masa paling panas di Bumi hanya mencapai 20 derajat Celcius. Sementara itu, makhluk hidup yang tinggal bagian utara dunia didominasi oleh kura-kura raksasa, buaya dan kuda nil purba.

6. Debu Menutupi Bumi Dari Sinar Matahari

(foto: Listverse)

Ketika asteroid dipercaya telah memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu, kengerian itu sebenarnya baru bagian awal. Dunia berubah jadi tempat yang benar-benar gelap gulita dan kerusakan yang ditimbulkan benar-benar sangat parah.

Dampak hantaman asteroid mengirimkan tonan debu, tanah, dan bebatuan terbang ke udara dan bahkan ada yang sampai ke ruang angkasa. Alhasil seluruh Bumi benar-benar tertutup debu yang menyebabkan sinar matahari tidak mampu menembus permukaan tanah. Ketika itu, matahari seolah hilang, dan tidak ada istilah siang hari.

Masa-masa kelam itu diperkirakan hanya berlangsung selama beberapa bula saja. Meski debu yang menutupi langit sudah menghilang, kengerian belum selesai sampai disitu. Asam sulfat mengendap di stratosfer dan masuk ke awan yang menyebabkan badai hujan asam selama 10 tahun.

7. Hujan Cairan Magma

(foto: Listverse)

Hujan asam dan asteroid belum ada apa-apanya dibandingkan dengan yang satu ini. Pada awal pembentukan Bumi, asteroid terus menerus menghujani Bumi dan mengubahnya menjadi pemandangan seperti di neraka.

Lautan di planet ini sangat panas ketika itu seperti air yang direbus. Panas dari dampak asteroid menguapkan samudra pertama di Bumi hingga tidak tersisa lagi. Sebagian besar permukaan Bumi meleleh, termasuk juga bebatuan raksasa.

Lebih buruk lagi, batu itu menguap ke atmosfer Bumi. Magnesium oksida naik ke atmosfer seperti menguapkan air dan terkondensasi menjadi tetesan magma cair. Karena itu, Bumi diyakini pernah mengalami hujan cairan magma.
by Fajar Lesmana
Rabu, 21 Juni 2017
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X