Selasa, 23 Mei 2017

Empat Kisah Manusia Yang Dibesarkan Oleh Hewan

(foto: wonderlist.com)

Kisah manusia yang dibesarkan oleh binatang terdengar seperti sesuatu yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif seperti The Jungle Book atau Tarzan, tapi sebenarnya kisah manusia yang dibesarkan oleh hewan memang ada dalam kehidupan nyata.

Mereka bisa sampai dibesarkan oleh hewan karena ditinggalkan dan ditelantarkan begitu saja oleh orangtuanya. Meskipun tidak punya akal dan pikiran, hewan menjadikan manusia-manusia itu seperti anak mereka dan mengurusnya dengan naluri hewan.

Walaupun sedikit tidak masuk akal, nyatanya manusia itu bisa tumbuh dengan baik meski dalam asuhan hewan. Akan tetapi mereka tumbuh tidak dengan sifat dan prilaku manusia, melainkan mirip seperti hewan. Berikut simak kisah empat manusia yang dibesarkan oleh hewan.

1.Oxana Malaya yang dibesarkan oleh anjing

(foto: wonderlist.com)

Pada tahun 1991, seorang gadis bernama Oxana Malaya ditemukan tinggal di kandang anjing. Saat usia delapan tahun, ia ditemukan oleh tim penyelamat, orangtuanya yang sudah tua telah melupakannya hingga ditinggalkan di luar rumah.

Ketika itu, Oxana terlihat sedang meringkuk di dalam kandang bersama anjing peliharaan keluarganya selama lima tahun. Setelah diselamatkan, ia hanya bisa menyesuaikan diri seperti anjing, ia berjalan merangkak, memakan daging mentah, menggeram, mendengus, menyalak dan bahkan menggigit giginya saat mendekat.

Bahkan, ia kerap melawan dan menyerang saat tim penyelamat mencoba membawanya pergi. Namun, hingga kini Oxana telah tinggal di sebuah institusi untuk orang cacat mental dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat hewan di klinik peternakan.

2. Anak laki-laki dibesarkan oleh kambing

(foto: wonderlist.com)

Pada tahun 1990, seorang anak laki-laki ditemukan di pegunungan Andes di Peru. Tidak ada yang tahu bagaimana ia sampai di sana. Tapi ia telah ditemukan tinggal dengan kawanan kambing liar di Peru selama delapan tahun.

Bertahan dengan asupan susu kambing dan memakan buah atau akar liar, ia tidak memiliki keterampilan linguistik, ia hanya bisa berkomunikasi dengan kawanan kambing dengan cara mengembik. Ia menggunakan kuku nya yang mengeras untuk menahan apapun. Kulit di tangan dan kakinya terluka dan juga mengeras. Banyak tulangnya telah tumbuh secara tidak normal karena berjalan dengan posisi merangkak hampir selama satu dekade. Dia dikirim ke Kansas untuk belajar dan kemudian diberinama Daniel.

3. Rochom P'ngieng yang dibesarkan oleh monyet

(foto: wonderlist.com)

Rochom ditemukan di hutan lebat di daerah terpencil di timur laut Kamboja ketika seorang penduduk desa melihat persediaan makanannya hilang. Dia dibawa ke desa terdekat tempat ayahnya mengenalinya dengan bekas luka masa kecil yang menyatakan bahwa dia menghilang dua puluh tahun yang lalu saat berusia delapan tahun.

Diketahui ia selamat dan ditemukan di padang gurun dengan berbagai hewan terutama monyet karena kiprah dan perawakannya seperti monyet. Dia hampir tidak bisa berbicara atau berkomunikasi dan merobek pakaian yang dikenakannya. Keluarganya berjuang untuk mengendalikannya selama bertahun-tahun saat dia mencoba melarikan diri ke hutan beberapa kali. Pada bulan Mei 2010, dia berhasil pergi ke hutan dan hingga kini masih belum ditemukan.

4. Lyokha yang dibesarkan oleh serigala

(foto: wonderlist.com)

Pada tahun 2007, ketika penduduk desa melaporkan bahwa mereka menemukan seorang anak laki-laki di wilayah Kaluga di Rusia Tengah yang berada di luar sebuah sarang yang terbuat dari dedaunan dan ranting di suhu beku. Polisi menyelamatkannya, namun ia tidak bisa berbicara, dan malah menggeram dan mencoba menggigit polisi yang menahannya. Mereka meninggalkannya di sebuah rumah sakit dekat Moskow.

Diketahui anak laki-laki itu berumur sepuluh tahun atau sudah lebih tua, karen ia tampak kurang berkembang. Ia memiliki cakar seperti kuku jari tangan dan jari kaki dan menyerupai sifat seperti serigala. Hingga, akhirnya ia dibawa ke rumah sakit dan petugas rumah sakit memandikanya, memotong kukunya dan mengambil sampel darah, mereka memberikan nama Lyokha. Namun, bocah tersebut tampak tidak nyaman dengan perhatian dan melarikan diri dari rumah sakit dalam waktu 24 jam.
by Fujia Fitri
Selasa, 23 Mei 2017
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X