Hobi Selfie 'Duck Face'? Bisa Jadi Kamu Kena Gangguan Mental

Minggu, 05 Februari 2017
(Foto: Mascaramaveandmore.com)

Seiring dengan perkembangan teknologi, fotografi pun kini semakin berkembang. Sebut saja selfie. Selfie nampaknya kini menjadi sebuah keharusan untuk mengabadikan momen dan tak ketinggalan membagikannya ke media sosial.

Selfie memang kini terus digandrungi, bahkan kini banyak sarana pengeditan foto selfie sebelum mengunggahnya ke media sosial. Pose saat ber-selfie tentu bermacam-macam dan ada saja ide baru setiap waktunya.

Salah satu pose yang nampaknya tak bisa dipisahkan dari selfie adalah pose wajah bebek alias duck face. Pose yang paling banyak dilakukan oleh wanita ini yakni ekspresi memajukan bagian bibir sambil menyipitkan mata. Tujuannya adalah agar si pelaku selfie terlihat imut nan menggemaskan.

Namun di balik pose imut duck face tersebut, ternyata ada temuan yang mengungkapkan bahwa bisa jadi seorang yang selfie dengan duck face mengalami gangguan mental.

Seseorang yang melakukan ekspresi wajah seperti duck face saat berfoto sengaja untuk mengecoh perhatian. Dr. Pamela Rutledge, Director Media Research Center, mengungkapkan bahwa selfie mengarah pada imaji yang Anda buat sendiri demi mendapatkan perhatian orang lain. Hal ini menandakan Anda adalah seorang yang kesepian dan butuh perhatian.

Pose dengan ekspresi wajah bebek ini menunjukan rendahnya kepercayaan diri dan takut untuk terlihat tak menarik. Apalagi jika foto selfie tersebut diedit menggunakan berbagai filter sebelum diunggah ke media sosial, akan memicu timbulnya gaya hidup pencitraan.

Meski dianggap sebagai gangguan psikologis, hobi berpose layaknya seekor bebek ini tak memberikan dampak buruk pada diri sendiri dan lingkungan sosial. Namun bukankah senyum natural dan apa adanya lebih enak dipandang daripada harus memanyunkan bibir?