Ini Dia Sosok Pengisi Suara Yang Selalu Kita Dengar Di Bioskop

Rabu, 14 Desember 2016
Maria Oentoe (Foto: Pesona.co.id)

Apabila kalian sering menonton bioskop, tentu kalian tidak asing lagi dengan suara yang mempersilahkan kalian masuk ketika pintu teather telah dibuka. Tahu tidak suara siapa itu?

Ternyata ini dia sosok dibalik suara merdu yang selalu memperingatkan kalian segera memasuki teather. Ia adalah Maria Oentoe, voice actress legendaris tanah air. Wanita yang masih terlihat awet muda ini sekarang sudah menginjak 68 tahun.

Maria telah menjadi pengisi suara untuk bioskop-bioskop di Indonesia sejak tahun 1986. Suaranya yang berat namun jernih memang sangat populer ketika itu.

(Foto: Tvguide.co.id)

Ia memulai karirnya dengan bergabung di Sanggar Prathivi, sebuah studio yang bergerak dibidang penyiaran pada tahun 60'an. Di sanggar tersebut, Maria dilatih berbagai macam teknik seni suara, mulai dari voice over untuk iklan radio, company profile, hingga sandiwara radio.

Maria sempat menjadi penyiar radio Sonora dan Antar Nusa di Jakarta pada saat itu. Namun, kegiatan utamanya tetap di Sanggar Prathivi, karena lewat Prathivi pula ia dapat melebarkan sayapnya ke dunia televisi.


Saat itu ia terlibat dalam program mimbar agama di TVRI, termasuk ikut berakting pada fragmen-fragmen cerita di dalamnya. TVRI inilah yang waktu itu menjadi satu-satunya stasiun televisi di Indonesia yang memberikan tawaran kepada Maria.

(Foto: Iyaa.com)

Ia juga pernah terlibat dalam film Badai Pasti Berlalu (1977) dan November 1828 (1979) yang keduanya di sutradarai oleh sutradara legendaris Indonesia, mendiang Teguh Karya. Pada saat itu bukan hal aneh apabila film layar lebar yang suaranya diisi oleh orang lain, karena keterbatasan teknis.

Dan pada tahun 1986, saat jaringan bioskop Cinema 21 dirintis, ia diminta untuk menjadi pengisi suara untuk mempersilahkan penonton memasuki teather yang telah dibuka. Yang mana sampai hari ini masih terdengar oleh telinga kita apabila kita sedang berada di bioskop.

"Saya lebih senang yang tidak usah tampil muka. Lebih baik yang voice over, sandiwara radio, atau iklan (radio)," katanya kepada muvila.com.