Sabtu, 24 Desember 2016

6 Kawasan Ini Melarang Perayaan Tahun Baru

Perayaan tahun baru di Jakarta (Foto: rappler..com)

Setiap menjelang tahun baru, orang-orang di seluruh dunia pasti ikut bersuka cita merayakan tahun baru untuk menyambut tahun yang akan datang.

Berbagai macam perayaan meriah pun dilakukan untuk memeriahkan tahun baru, seperti pesta kembang api, konser musik, liburan ke tempat wisata, dan masih banyak lagi. Bila hampir seluruh orang di dunia merayakan tahun baru, tapi ada beberapa kawasan yang dengan tegas melarang warganya merayakan tahun baru.

Jika ada yang ketahuan merayakan tahun baru, maka orang bersangkutan akan dikenakan hukuman setimpal. Beberapa daerah di Indonesia juga ada yang melarang perayaan tahun baru. Berikut dikutip dari berbagai sumber enam kawasan yang melarang perayaan tahun baru.

6. Arab Saudi

(Foto: aljazeera.com)

Polisi Syariah Arab Saudi resmi mengeluarkan putusan tentang larangan perayaan tahun baru. Putusan yang dikeluarkan oleh komisi kebijakan dan pencegah kejahatan ini disebut Mutawa. Selain itu Mutawa juga melarang penjualan cendra mata yang berhubungan dengan perayaan tahun baru.

5. Brunei Darussalam

(Foto: baltyra.com)

Negara berbentuk kerajaan monarki Islam ini ternyata melarang adanya perayaan tahun baru. Raja dari kerajaan ini melarang perayaan Natal dan tahun baru. Larangan itu disebutkan sebagai bagian dari hukum syariat Islam. Bahkan, larangan ini telah resmi menjadi hukum di Brunei.

Meskipun begitu warga yang non muslim tetap diperbolehkan merayakan Natal dan tahun baru secara terbatas bagi komunitas mereka sendiri. Tetapi Jika ada yang terbukti mengorganisir perayaan Natal, kurungan penjara akan menjadi hukumannya.


4. Somalia

(Foto: tribune.com)

Salah satu negara di Benua Afrika ini juga melarang adanya perayaan tahun baru. Negara yang memiliki penduduk nyaris 100 persen beragama Muslim melarang perayaan Natal dan tahun baru karena dianggap bertentangan dengan kebudayaan Islam. Hal tersebut juga dikhawatirkan dapat memprovokasi gerakan radikal sayap kanan, Al-Shahaab untuk melaksanakan tindakan teror

3. Tajikistan

(Foto: orexa.com)

Negara yang merupakn pecahan dari Uni Soviet ini juga melarang perayaan Natal dan tahun baru termasuk mengadakan pernak-pernik yang berbau Natal di jalan raya, sekolah, ataupun tempat umum lainnya.

Pemerintah Tajikistan bahkan mengeluarkan dekrit pelarangan atas perayaan Natal dan tahun baru, termasuk menyalakan kembang api, petasan dan berbagai hadiah dalam rangka peringatan tahun baru.


2. Banda Aceh

(Foto: lintasnasional.com)

Wilayah paling barat di Indonesia ini melarang perayaan tahun baru karena tidak sesuai dengan tradisi muslim dan adat istiadat masyarakat Aceh.

Pelarangan ini mencakup berbagai bentuk perayaan seperti pesta kembang api dan terompet hingga hal apapun yang berbungkus terkesan seperti hadiah dengan nuansa peringatan Natal ataupun tahun baru.

Hukuman cambuk disiapkan bagi para pelanggar. Ulama, tokoh masyarakat dan unsur muspida turut mendukung keputusan ini.

1. Agam, Sumatera Barat

(Foto: flickr.com)

Banda Aceh ternyata buka satu-satunya wilayah di Indonesia yang melarang adanya perayaan tahun baru. Pemerintah daerah kabupaten Agam, Sumatera Barat pun melarang perayaan tahun baru karena masih memegang erat budaya dan agama Islam.

Agam sendiri adalah daerah dengan penduduk mayoritas muslim dengan ratusan masjid dan pondok pesantren. Sebagian besar penduduk menganggap perayaan pergantian tahun bertentangan dengan adat dan agama.

Bahkan sebagai tidak lanjut larangan ini, pemerintah mengeluarkan surat perintah agar objek wisata ditutup selama perayaan tahun baru.
Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
X