Konon Katanya, 5 Benda Bersejarah Ini Diselimuti Kutukan Mengerikan

Nidstang (Foto : pesten1349.deviantart.com)

Sejak berabad-abad lalu, manusia kerap kali menggunakan kutukan atau ilmu sihir untuk memberikan kemalangan hingga kematian pada orang lain.

Banyak cara yang bisa digunakan untuk mengutuk seseorang, namun sebagian besar merupakan warisan adat-istiadat sebagai hukuman bagi seseorang yang melanggar aturan. Salah satunya dengan menggunakan benda-benda keramat sebagai prantara untuk memberikan kutukan kepada orang lain.

Di era modern ini, benda-benda keramat tersebut sekarang dianggap sebagai peninggalan sejarah yang konon katanya menyimpan kutukan mengerikan yang memang sulit dipercayai oleh akal. Entah itu benar atau tidak, tapi beberapa orang yang kental pada ilmu sihir percaya benda-benda ini mengandung kutukan.

5. Tablet Kutukan Bath

(Foto : pokermi.link)

Sejumlah tablet di kota Bath, Inggris, ditemukan oleh para arkeolog di tahun 1979-1980. Tablet itu berukir kutukan dalam bahasa Latin dimana berisi kutukan yang ditinggalkan oleh bangsa Romawi.

Warga Roma menuliskan kutukan untuk menghukum pencuri atau pelaku kejahatan. Mereka menuliskan serangkaian doa dan menyertakan nama dewi Sulis Minerva untuk meminjamkan kekuatannya. Kini tablet-tablet tersebut tersimpan dalam daftar warisan dokumenter di Memory UNESCO World.

4. Tulang Kematian Aborigin

(Foto : berita21.sboid.xyz)

Seorang ahli geologi Denmark, Jan Splitt, menemukan tulang pembunuh peninggalan suku Aborigin pada tahun 1960. Tulang kematian ini menjadi barang penting saar metode pengutukan dalam tradisi Aborigin. Tulang ini diikat dengan rambut manusia dan diisi dengan energi.

Saat melakukan ritual kutukan, para anggota suku akan berkumpul dan menunjukan tulang tersebut pada seseorang yang ingin dihukum. Hukuman tersebut bisa berupa penyakit parah atau kematian. Kini tulang kutukan tersebut disimpan di Museum Esbjerg.

3. Nidstang

(Foto : pesten1349.deviantart.com)

Dalam tradisi Nordik, Nidstang atau Nithstang adalah tiang yang digunakan untuk mengutuk musuh. Biasanya alat ini terbuat dari tengkorak kuda yang ditancapkan pada sebatang kayu. Esensi kutukan Nidstang adalah untuk membalas dendam dengan menghasilkan energi negatif pada orang yang dituju.

Orang-orang Viking akan melancarkan kutukan pada seseorang yang mereka anggap bersalah dengan menggunakan Nidstang yang telah diselimuti kain kutukan, kepala kuda akan dihadapkan pada rumah orang yang dituju. Setelah itu mereka akan meminta dewi kematian Hel untuk mengaktifkan kutukan.

2. Lembar Kutukan Pelindung Buku

(Foto: LSU Libraries Special Collection)

Pengutukan buku sudah dikenal luas sejak abad pertengahan. Para pustakawan di Eropa abad pertengahan biasa mencantumkan kalimat kutukan di lembaran buku yang menjadi koleksi perpusatkaan dengan tujuan mencegah pencurian atau pengrusakan ilmu pengetahuan.

Salah satu contoh kutukan dalam buku adalah salinan buku Adagiorum karya Erasmus yang dicetak di Wittenberg, Jerman tahun 1616.

1. Tulisan Kuno Di Tembok Norwich Cathedral

(Foto : pasthorizonspr.com)

Gereja tua yang dibangun pada zaman Normandia ini ternyata menyimpan sejumlah tulisan kuno yang terukit pada temboknya. Rangkaian huruf ini menampilkan cerita, doa dan juga kutukan.

Beberapa diantara rangkaian kata tersebut ditulis dengan posisi terbalik. Menurut para hali, kutukan biasanya ditulis dengan posisi dibalik agar merubah kebaikan menjadi keburukan.
X