Bukan Jack dan Rose, Ini Kisah Cinta Sejati Yang Sebenarnya Dalam Tragedi Titanic

Isidor Straus dan Ida Straus (Foto: Premier Exhibitions)

Film Titanic dikenal sebagai film paling romantis sepanjang masa yang memang diambil dari kisah nyata dalam tragedi tenggelamnya kapal RMS Titanic di Samudera Atlantik pada 15 April 1912. Yang membuat film ini begitu romantis karena ada kisah cinta mengharukan yang diperankan oleh karakter Jack dan Rose dalam film tersebut.

Akan tetapi kisah cinta antara Jack (Leonardo DiCaprio) dan Rose (Kate Winslet) dalam film Titanic disebut-sebut hanya karangan sutradara saja agar filmnya berkesan romantis. Namun pada kenyataannya, dalam tragedi RMS Titanic ada kisah cinta sejati yang sebenarnya, tapi bukan Jack dan Rose seperti yang diceritakan dalam film.

Kisah cinta sejati itu ditunjukkan oleh Isidor Straus dan istrinya Ida Straus yang kebetulan juga ikut naik kapal RMS Titanic pada saat pelayaran perdananya, pada 10 April 1912, lima hari sebelum Titanic tenggelam di tengah-tengah Samudera Atlantik.

RMS Titanic (Foto: vintage.es)

Isidor lahir di Jerman pada 6 Februari 1845. Dia pernah menjabat sebagai anggota DPR di Amerika Serikat selama beberapa saat. Pada tahun 1871, Isidor menikahi cinta sejatinya Rosalie Ida Blun dan dikaruniai tujuh anak.

Kisah cinta Isidor dan Ida benar-benar sangat mengharukan. Pasangan itu selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi. Mereka jarang berpisah selama masa pernikahannya sampai ajal yang memisahkan mereka.

Dilansir dari Premier Exhibitions, Isidor pertama kali bertemu dengan Ida ketika ia dan saudaranya pindah ke New York City setelah Perang Sipil. Ia hidup miskin di New York City setelah uangnya habis untuk membayar utang selama tinggal di Georgia.

Tapi perekonomian Isidor mulai membaik ketika ia dan suadaranya, Nathan menjadi bagian dari perusahaan R.H. Macy & Co. Isidor juga pernah menjabat sebagai anggota Kongres New York untuk periode 1895-1857.

Isidor dan Ida dikenal sebagai pasangan kaya yang dermawan. Hingga pada tahun 1912, mereka melakukan perjalanan ke Jerman dari Amerika, menyebrangi Samudera Atlantik dengan menggunakan kapal uap buatan Jerman.

Ketika hendak kembali ke Amerika, mereka memutuskan untuk naik kapal RMS Titanic karena kebetulan ketika itu dalam pelayaran perdananya. Dan di kapal inilah, kisah cinta mereka tenggelam ditelan lautan.

Pada malam tragedi, ketika ada panggilan untuk naik sekoci, Isidor menemani Ida untuk menuju sekoci nomor 8 dan Isidor sudah siap mengucapkan perpisahan kepada Ida karena hanya wanita yang diperbolehkan naik sekoci duluan.

Namun di sana Ida menunjukkan kesetiaan cintanya. Ia menolak permintaan Isidor untuk naik sekoci dan lebih memilih tetap bersama.

"Kami telah hidup bersama selama bertahun-tahun. Jika kau pergi, aku akan ikut pergi," begitulah yang dikatakan Ida kepada suaminya.

Beberapa penumpang kelas satu lainnya berusaha meyakinkan Ida untuk naik sekoci, tapi usaha mereka gagal. Ida tetap memilih tetap bersama dengan sang suami. Sebaliknya, Ida malah menyuruh pembantu barunya, Ellen Bird untuk naik sekoci. Ia bahkan memakaikan jaket mantel kepada pembantunya agar tidak kedinginan.

Adegan tokoh yang memerankan karakter Isidor dan Ida dalam film Titanic

Pasangan sehidup semati itu terakhir kali terlihat duduk berdampingan di dek depan kapal Titanic. Tapi dalam versi film nya, mereka terlihat tidur bersama-sama sebelum air menenggelamkan mereka.

Mereka meninggal bersamaan, Isidor meninggal di usa 67 tahun, sementara Ida meninggal di usia 63 tahun.

Jasad Isidor ditemukan oleh kapal kabel Mackay-Bennett, tapi jasad Ida tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Beberapa hari setelah jasad Isidor disemayamkan di Bronx, lebih dari 20 ribu orang berkumpul di Carnegie Hall di New York untuk memberi penghormatan terakhir kepada Isidor dan Ida Straus.
X