Begini Jadinya Jika Ibukota Indonesia Pindah Ke Papua

Papua (Foto: lonelyplanet.com)

Beberapa waktu lalu sempat beredar wacana bahwa ibukota Indonesia akan dipindahkan ke daerah di pulau Jawa. Hal ini mendapat komentar dan dukungan dari berbagai pihak, mereka mengatakan bahwa pemindahan ibukota tersebut jelas akan mendorong perkembangan pembangunan di daerah-daerah serta mengurangi padatnya Jakarta.

Ternyata hal ini bukan yang pertama kali. Dulu juga sempat beredar rumor bahwa ibukota Indonesia akan dipindahkan ke Papua. Tentu saja jika pemindahan ibukota ini benar-benar terjadi, akan memberikan dampak yang sangat besar.

Jika seandainya Papua jadi ibukota Indonesia, apa yang akan terjadi selanjutnya di Papua? Nah, ada beberapa dampak positif dan negatif jika seandainya ibukota Indonesia pindah ke Papua. Berikut ulasannya.

1. Pembangunan di Papua akan berkembang cepat

Daerah di Papua memang daerah yang cukup tertinggal dalam hal pembangunan. Bayangkan jika ibukota Indonesia pindah ke Papua, gedung-gedung pencakar langit akan menghiasi Papua dan jalan-jalan akan gencar dibangun.

2. Papua jadi daerah terkaya di Indonesia

(Foto: mudairestaurant.com)

Dalam hal sumber daya alam, Papua jelas paling kaya dan melimpah. Namun dari segi ekonomi warganya, sangat disayangkan Papua menjadi salah satu daerah miskin. Hal ini dikarenakan kurangnya pengelolaan kelimpahan sumber daya alam. Jika pemerintahan berpindah ke Papua, sudah jelas pemerintah akan melakukan perbaikan pada pengelolaan sumber daya.

3. Bisa meredam konflik

Masih saja ada golongan separatis Papua yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Alasannya? Mereka merasa seperti pemerintah tak lagi peduli dengan mereka, merasa dianaktirikan dan alasan lainnya. Hal ini bisa diredam salah satunya dengan cara menghadirkan pemerintah pusat. Akan lebih mudah bukan jika pemerintah pusat berpindah ke Papua?

4. Ekonomi Papua mulai membaik

(Foto: The Colour of Indonesia)

Jika dibandingkan daerah lainnya, gejolak pertumbuhan ekonomi di Papua memang sedikit lemah. Hal ini dikarenakan Papua dianggap bukan tempat terbaik untuk berinvestasi. Saat pemerintahan pusat berpindah ke Papua, tentu akan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi Papua. Pabrik dan gedung akan dibangun dimana hal ini akan menarik investor dan membalikan perekonomian Papua menjadi lebih baik.

5. Papua jadi tujuan urbanisasi

Dengan berpindahnya ibukota ke Papua, maka daerah Papua akan menjadi tujuan urbanisasi karena di sinilah pusat pemerintahan berada. Banyak orang menganggap bahwa tempat berdirinya pusat pemerintahan akan menjamin kehidupan yang lebih baik. Orang-orang yang mencari pekerjaan diperkirakan akan menyerbu Papua jika jadi ibukota Indonesia.

Tapi ada dampak negatifnya juga jika Papua jadi ibukota Indonesia:

1. Ekosistem akan dirusak

(Foto: anekatempatwisata.com)

Sebagian besar wilayah Papua terdiri dari hutan-hutan lebat yang kaya akan flora dan fauna nya. Jika Papua dijadikan pusat ibukota, tak menutup kemungkinan hutan-hutan akan dirusak, banyak satwa yang dibunuh dan kehilangan tempat tinggalnya. Hingga akhirnya berujung pada kerusakan ekosistem.

2. Papua jadi pulau paling tercemar

Salah satu kerugian kota yang jadi pusat perekonomian dan pemerintahan adalah banyak didirikannya pabrik-pabrik. Tentunya, pabrik-pabrik tersebut akan mencemari udara dan air, hingga akhirnya Papua yang tadinya sangat segar dan indah akan berubah jadi pulau paling tercemar.

3. Bisa terjadi konflik perbedaan keyakinan

(Foto: ANTARA)

Masyarakat Papua bisa dibilang susah untuk menerima hal-hal baru di luar kebudayaan mereka. Karena banyak orang yang berpindah ke Papua, tak menutup kemungkinan bakalan terjadi konflik antara umat beragama atau suku.
X