Mengapa Kebanyakan Koki Itu Laki-Laki, Bukan Perempuan?

Koki pria (foto: topecigs2013.com)

Berbicara soal jago memasak, pasti perempuan yang banyak dibicarakan. Ya, memasak seolah satu jiwa dengan kaum hawa. Tapi kenapa kebanyakan koki itu adalah laki-laki bukan perempuan?

Seperti yang kita tahu, perempuan lebih jago dalam hal memasak, pekerjaan dapur pun selalu perempuan yang mengerjakan. Tapi kenapa di luar sana kebanyakan koki itu laki-laki, bukan perempuan?

Pertanyaan ini memang sederhana tapi cukup sulit untuk dijawab. Namun Wow Menariknya berhasil menghimpun dari berbagai sumber kenapa kebanyakan koki itu laki-laki. Simak penjelasannya di bawah ini.

4. Urusan personal

(foto: hitweightloss.com)

Perempuan jago memasak hanya untuk dirinya, anak dan suaminya. Jadi tidak ada niat masakan yang dibuat perempuan disajikan untuk orang lain. Sedangkan laki-laki dapat memasak untuk orang lain disamping untuk dirinya sendiri.

3. Waktu

(foto: thumblr.com)

Menurut juri Masterchef, Monica Galetti, seperti dilansir CNN, profesi koki menyita waktu sampai 16 jam sehari. Jika pekerjaan ini diambil oleh perempuan, maka tidak ada waktu bagi mereka untuk membangun sebuah keluarga dan mendidik anak-anaknya.

2. Pria lebih memiliki jiwa seni dari pada perempuan

(foto: nydailynews.com)

Seorang koki ternama dari Ayana Resort & Bali Spa, I Made Sutisna, mengatakan bahwa kaum pria memiliki jiwa seni yang lebih besar dari pada perempuan. Jadi, laki-laki bisa lebih terampil ketika membuat hiasan pada makanan.

1. Fisik

(foto: yolasite.com)

Koki dituntut berdiri berjam-jam untuk memasak hidangan yang dipesan oleh pelanggan. Karena hal itu, pria lebih dipilih jadi koki karena mereka memiliki kondisi fisik yang lebih kuat dibandingkan dengan wanita.

Itulah alasan kenapa kebanyakan koki itu adalah laki-laki. Meskipun demikian, banyak juga koki terkenal yang berasal dari kaum hawa, sebut saja Chef Farah Quinn dan Chef Marinka.
X