Kenapa Hati Tidak Bisa Dibohongi Sekeras Apapun Mencoba?

(Foto: prevention.com)

Mengumbar kebohongan sudah menjadi kebiasaan yang pasti sering kita lakukan, entah itu berbohong dalam perbuatan atau perkataan. Kadang, mulut kita dimuluskan saat hendak berbicara suatu kebohongan dan kadang itu pula kita merasa seolah tidak bersalah.

Saat kita berbohong kepada seseorang, mungkin orang tersebut percaya begitu saja kepada kebohongan kita. Ya, kita boleh saja berhasil membohongi orang lain, tapi ada satu sosok yang sekeras apapun kita mencoba membohonginya tetap saja tidak akan bisa dibohongi.

Tahu siapakah itu? Dia adalah diri kita sendiri, hati yang dititipkan Allah kepada kita. Mulut boleh saja berbohong, tapi hati tetap tahu bahwa kita sedang berbohong dan sekeras apapun kita berbohong, sangat-sangat mustahil hati berhasil dibohongi.

Kenapa sih hati tidak bisa dibohongi? Seperti yang sudah disebutkan tadi, hati adalah titipan yang Maha Mengetahui segalanya. Tidak ada hal sekecil apapun yang bisa disembunyikan dari-Nya.

Contohnya saja saat kamu berbohong pada pasangan bahwa kamu tidak selingkuh dan akan mencintai pasangan kamu dengan sepenuh hati. Mungkin mulut bisa mengatakan itu, tapi hati kamu mengatakan "Aku selingkuh dan aku tidak mencintai pasanganku." Sekeras apapun kamu berbohong, hati tetap tahu segalanya.

Setiap manusia pada dasarnya memiliki hati yang baik dan jujur. Tapi di sisi lain ada makhluk yang tak rela jika manusia menuruti perkataan hatinya dan akan berusaha sekeras untuk mentulikan manusia akan bisikan hatinya.

Kata hati, putih adalah putih, tapi lain lagi ceritanya jika sudah di mulut, kata hati putih, tapi keluar dari mulut kadang hitam, kuning, merah dan sebagainya.

Nah, sahabat Wow Menariknya, apapun yang kamu bicarakann dan kamu perbuat, harus berdasarkan hati, tapi waspada nanti bisa tertukar antara mana bisikan hati dan mana bisikan 'tukang penggoda'.
X