Apa Yang Terjadi Jika Bumi Datar, Tidak Punya Matahari Dan Lainnya?

Ilustrasi bumi berbentuk datar (foto: gizmodo.com)

Bumi merupakan rumah bagi manusia sejak ribuan bahkan jutaan tahun lalu. Meski telah didiami dari generasi ke generasi masih saja ada teori-teori baru yang mengungkapkan bagaimana sebenarnya bumi tersebut.

Meski bumi memiliki sistem tersendiri yang tidak mungkin disentuh oleh manusia, ternyata para peneliti memiliki teori tersendiri bagaimana jika manusia 'merusak' sistem bumi. Misalnya saja teori yang mengungkapkan bahwa bumi itu sebenarnya datar, atau teori jika bumi tidak punya matahari dan atmosfer.

Jika seandainya hal itu benar-benar terjadi, apa yang akan terjadi jika bumi berbentuk datar atau kubus, atau tidak punya matahari, atmosfer, dan berhenti berputar? Simak ulasannya berikut ini.

5. Apa yang terjadi jika bumi datar?

(foto : youtube)

Teori ini sempat menjadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu meski kebenarannya jelas saja diragukan. Saat bumi berbentuk datar, pusat gravitasi akan berada di sisi luar sehingga bagian tengah bumi akan sulit ditinggali karena segala hal akan sulit dilakukan disana.

Saat semakin menuju ke tepian, kita akan merasakan seperti berjalan mendaki bukit bahkan semakin mencapai ujung, kita akan merasakan berjalan di lereng yang sangat curam.

Hal ini juga akan mempengaruhi jenis manusia, jika manusia yang tinggal di tengah bumi, mereka akan tumbuh normal tapi kepadatan tulang mereka rendah dan lemah, sedangkan mereka yang tinggal di tepian bumi akan cenderung pendek namun memiliki kepadatan tulang tinggi dan kuat.

4. Apa yang terjadi pada bumi jika matahari menghilang?

(foto : thecommentator)

Jika suatu hari matahari menghilang, maka tidak ada lagi gaya tarik yang kuat dari matahari yang menjaga planet tetap pada orbitnya. Hal ini akan menjadikan planet-planet terlepas dan bergerak sepanjang garis lurus.

Laju planet yang tak terkendali akan menyebabkan beberapa planet berpapasan dan bisa saja terjadi tabrakan. Namun tampaknya planet akan cenderung meninggalkan tata surya.

Matahari yang memberikan energi bagi bumi akan mengakibatkan bumi dilanda kegelapan dan akan membuat bumi menjadi beku, yang pada akhirnya berujung pada pemusnahan.

3. Apa yang terjadi jika bumi kehilangan atmosfer?

(foto : view)

Atmosfer menjadi pelindung bumi untuk terhindar dari panas dan juga sebagai selimut untuk melindungi bumi dari kebekuan. Jika atmosfer tidak ada, diperkirakan suhu di malam hari mencapai minus 270 derajat celcius sehingga dipastikan yang ada hanya kebekuan.

Atmosfer juga menjadi pelindung bumi dari meteor, jika tidak ada atmosfer dipastikan meteor akan langsung menghantam bumi. Atmosfer juga menahan terpaan matahari, jika tak ada atmosfer badai matahari akan langsung menerpa bumi dan makhluk hidup akan punah.

2. Apa yang terjadi jika bumi berhenti berputar?

(foto : science.howstuffworks)

Jika bumi tiba-tiba berhenti, atmosfer bumi akan tetap berputar dengan kecepatan sekitar 1.670 km per jam di daerah khatulistiwa. Pada saat itu, maka benda yang ada di bumi bisa meluncur, meski manusia diperkirakan masih bisa bertahan. Namun bencana lain akan segera datang.

Gelombang angin berguling sangat kuat seperti ledakan bom, gesekan bumi dengan angin ini pun akan menyebabkan kebakaran hebat. Medan magnet yang lenyap membuat manusia siap menerima paparan sinar matahari yang mematikan.

Saat bumi berhenti berputar, tsunami dahsyat juga akan terjadi. Dalam kondisi ini salah satu belahan bumi akan mengalami siang hari permanen sedangkan yang lainnya akan mengalami malam sepanjang tahun.

1. Apa yang terjadi jika bumi berbentuk kubus?

(foto : gearfuse)

Jika bumi berbentuk kubus, gravitasi terkuat berada di pusat semua sisinya. Akibatnya air dan atmosfer akan ditarik ke tengah permukaan masing-masing sisi. Jadi di tepi bumi akan banyak daratan dan tidak ada atmosfer.

Pusat dari semua sisi saat bumi berbentuk kubus akan menjadi tuan rumah lautan raksasa dengan atmosfer yang sangat tebal.
X