5 Kekejam ISIS Yang Buktikan Mereka Bukan Manusia

ISIS (foto: Dailymail.co.uk)

Negara Islam Irak dan Suriah atau lebih dikenal sebagai ISIS menyebut diri mereka sebagai jihadis yang membela Islam. Tapi pada kenyataannya, mereka malah melakukan tindakan tak manusiawi yang jauh dari ajaran Islam.

Kelompok radikal tersebut kerap kali melakukan aksi pembunuhan yang sangat sadis. Mereka tak pandang bulu membunuh siapa saja yang dianggap menentang kebijakan mereka, baik itu orang tua, wanita, bahkan anak-anak.

Dimutilasi, disiksa sampai mati atau dikubur dan dibakar hidup-hidup merupakan cara yang sangat sadis yang dilakukan ISIS untuk mengeksekusi korbannya. Berikut Wow Menariknya berhasil menghimpun lima dari sekian banyak kekejaman ISIS yang buktikan kalau mereka bukan manusia.

5. ISIS membakar orang hidup-hidup

(foto: YouTube)

Pasukan militan ISIS pernah melakukan metode eksekusi mati dengan cara dibakar hidup-hidup terhadap pasukan Yordania. Para korban dimasukan ke dalam sel, lalu pasukan ISIS menyiram mereka dengan minyak dan kemudian membakar mereka hidup-hidup.

Berdasarkan laporan pasukan Irak, seperti dilansir Daily Mail, eksekusi mati sadis ini dilakukan di Provinsi Anbar, wilayah Barat Irak.

4. Mutilasi Bocah Lima Tahun

(foto: Mirror.co.uk)

Kelmpok radikal itu tak memandang usia dari orang yang hendak dibunuhnya. Bahkan seorang bocah lima tahun mereka potong setengah bagian tubuhnya.

Diberitakan oleh Anglican Communion News Service (ACNS), bocah yang jadi korban mutilasi tersebut merupakan anak dari seorang pendiri Gereja Anglican di Baghdad. ISIS memotong setengah badan anak itu.

Menurut ACNS, insiden itu terjadi di Perkampungan Qaraqosh, setelah pasukan Kurdi dipaksa melarikan diri ketika pasukan ISIS mulai mengepung desa tersebut.

3. Anak-Anak Dikubur Hidup-Hidup

(foto: chrsitiantoday.com)

Mengubur hidup-hidup orang yang masih hidup merupakan tindakan bejat yang kerap dilakukan militan ISIS di beberapa wilayah yang dikuasainya.

Anggota Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak, Fazel al-Gharawi, mengatakan dalam satu pernyataan bahwa kelompok teroris itu telah mengubur hidup-hidup ratusan anak-anak Irak dan pemuda di kuburan massal kota Mosul, pada bulan Agustus 2014 lalu.

2. Mutilasi Sandera Lalu Disajikan Untuk Ibu Korban

(foto: washingtonpost.com)

Pada awal Maret 2015 lalu, kelompok radikal itu dikabarkan telah membunuh salah satu sanderanya dan kemudian memutilasinya. Tak sampai disitu, mereka memasak daging korban lalu disajikan kepada ibu korban.

Kabar tersebut disampaikan oleh Yassir Abdullah, seorang warga negara Inggris yang sedang berada di Irak untuk memerangi ISIS. Ketika kembali ke Inggris, ia menceritakan tindakan biadab militan ISIS kepada The Sun.

Dia mengatakan seorang perempuan tua pergi ke kota Mosul untuk bertemu dengan ISIS yang telah menculik putranya. Perempuan itu nekad pergi ke markas ISIS dengan harapan bisa bertemu dengan anakanya.

Kemudian anggota ISIS meminta wanita itu duduk dan beristirahat. Mereka mengatakan akan menyuguhkan makanan sebelum membawa putranya.

Yassir mengatakan, para anggota ISIS itu membawakan secangkir teh dan memberi makanan berupa nasi, sup dan daging. Tapi setelah selesai makan, wanita itu meminta mereka untuk mempertemukannya dengan putranya. Kemudian anggota ISIS malah tertawa sambil berkata "Kau baru saja memakan dia."

Namun, Yassir tidak menjelaskan bagaimana reaksi perempuan malang itu ketika sudah menyantap daging anaknya sendiri.

1. Penggal Kepala Korban Lalu Dijadikan Bola

(foto: Heavy.com)

Seorang warga Palestina yang ada di kamp pengungsian, di Yarmounk, di Damaskus, mengaku melihat aksi bejat militan ISIS yang menggunakan kepala manusia untuk bermain sepak bola. Kepala manusia itu ditendang, dioper, dan dihempaskan layaknya bola sungguhan.

Di kamp Yarmounk terdapat 400 kepala keluarga yang mengungsi dan berada di bawah kendali ISIS. Bahkan mereka melihat sendiri ketika seorang polisi dipenggal kepalanya dan dijadikan ilustrasi bola Piala Dunia.
X