Yang Manis Selalu Disyukuri, Pernah Tidak Mensyukuri Yang Pahit?


Ada dua hal yang kita dapatkan selama hidup di dunia ini, yaitu yang manis dan yang pahit. Yang manis biasanya berupa sesuatu yang bisa membahagiakan hati kamu, sedangkan yang pahit biasanya berupa sesuatu yang bisa membuat kamu tidak bahagia.

Ketika kita mendapatkan sesuatu yang manis, kita pasti selalu mensyukurinya karena hati terlanjur bahagia. Tapi ketika mendapatkan cobaan yang pahit, terkadang kita mengeluh dan putus harapan seolah kita tidak mau menerimanya.

Tahu tidak, bentuk kasih sayang Allah kepada manusia tidak selalu berupa yang manis, tapi bisa berupa yang pahit. Kok begitu? Mungkin kamu bertanya-tanya dalam hati.

Bayangkan saja ketika kamu sedang mendapatkan banyak uang, terkadang di sana kamu lupa kepada Allah. Lalu suatu ketika, Allah memberikan cobaan berupa penyakit kepada kamu, di sana kamu terkadang teringat kembali kepada Allah dan kamu yang tadinya jarang beribadah jadi ingin beribadah.

Lihat, cobaan yang pahit ternyata bisa membuat kamu sadar kembali. Jadi kenapa kamu harus kesal jika dapat cobaan yang pahit. Justru kamu harus mensyukurinya. Bersyukur di sini bukan berarti kamu menantang ingin dapat cobaan yang lebih berat lagi, tapi kamu menerima ketentuan-ketentuan yang telah diberikan Allah dan akan menjalankannya dengan ikhlas.

Tapi kebanyakan orang cuma mensyukuri nikmat yang manis saja, sementara yang pahit terkadang kita tidak bisa menerimanya, dan mungkin kesal atau bahkan menyalahkan Tuhan.

Nah, apapun yang kamu dapat, baik itu yang manis ataupun yang pahit, syukuri semuanya karena semua itu adalah kasih sayang Allah. Hidup dengan penuh rasa bersyukur akan membuat kamu hidup tenang dan terbebas dari kegilaan akan harta.
X