Kenapa Cinta Itu Seperti Narkoba?

(foto: Boldsky)

Cinta bisa membuat Anda merasa gugup, bingung, dan menyebabkan emosi tak terkendali. Efek jatuh cinta jika dijelaskan secara ilmiah memiliki kemiripan dengan obat-obatan.

Buktinya Anda secara tak sadar rela memberikan apa saja kepada orang yang Anda cintai atau bertarung dengan siapa pun demi cinta. Nah, itu adalah salah satu efek cinta yang dialami banyak orang. Tak bisa dipungkiri, cinta sama dengan obat yang bisa membuat Anda kecanduan.

Lalu kenapa cinta itu disamakan seperti narkoba atau obat-obatan? Berikut beberapa alasan logisnya yang dikutip Wow Menariknya dari Boldsky.

Alasan 1

Otak Anda memiliki dua sisi, yaitu sisi rasional dan sisi irasional. Nah, jika cinta berasal dari sisi rasional yang berhubungan erat dengan apa yang disebut hati, Anda tidak akan berpikir dua kali ketika Anda sedang jatuh cinta. Ya, cinta itu buta!

Alasan 2

Ketika para ilmuwan mengamati otak orang yang sedang jatuh cinta berat, mereka menemukan kebahagian akan datang kepada orang yang sedang jatuh cinta. Satu fakta lain adalah orang yang Anda cintai dapat meningkatkan suasana hati Anda dalam sekejap.

Alasan 3

Kenapa orang yang sedang jatuh cinta sulit berpikir jernih? Para ilmuwan menjelaskan bahwa bagian korteks frontal di otak jarang bekerja dengan baik pada orang yang jatuh cinta. Bagian korteks ini bertanggung jawab untuk berpikir rasional dan mekanisme pengambilan keputusan.

Alasan 4

Cinta bisa mematikan bagian-bagian tertentu di otak. Contohnya ketika Anda melihat foto kekasih, semua kegelisahan dan rasa marah hilang dalam sekejap. Para ilmuwan mengatakan bahwa bagian tertentu di otak akan dimatikan ketika cinta sudah menyatu dengan hati.

Alasan 5

Kenapa Anda selalu melihat sisi positif sang kekasih, sementara yang negatifnya dibiarkan? Sisi rasional pikiran Anda akan mendung ketika Anda sedang jatuh cinta. Anda akan masuk ke dalam mode lucu dan tidak merasa kekasih Anda tidak memiliki sisi negatif.

Alasan 6

Bagian otak yang mengontrol rasa takut cenderung berhenti bekerja ketika Anda sedang dimabuk cinta. Buktinya Anda rela menempuh perjalanan jauh, bertarung dengan siapa pun demi cinta.
X