Jangan Jadi Orang Yang Selalu Ingin Dipuji, Tapi Jadilah Orang Yang Terpuji

Ilustrasi (foto: andriewongso.com)

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa Anda ingin kaya, ingin punya pangkat dan jabatan yang tinggi, ingin terlihat tampan atau cantik? Jauh dalam lubuk hati Anda, pasti Anda berharap mendapat pujian dari orang lain.

Anda ingin kaya, punya jabatan atau pangkat yang tinggi karena ingin disanjung dan dihormati orang lain. Lebih jauhnya lagi Anda ingin dipuji oleh orang lain, Anda ingin terlihat hebat di mata orang lain.

Semua yang Anda lakukan seolah-olah hanya ingin mendapat pujian dari orang lain bukan didasari atas ikhlas yang tumbuh di dalam hati Anda.

Mari kita petik satu ayat Al-Quran yang sudah pasti tak asing lagi di telinga kaum Muslim, "Al-hamdu lillahi rabbil alamin" yang berarti "Segala puji bagi Allah yang menguasasi seluruh alam."

Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa yang memiliki pujian, yang berhak memuji dan dipuji hanya Allah SWT. Jadi, pujian itu hanya milik Allah semata dan tidak ada satu manusia pun yang memiliki pujian, setinggi apa pun pangkat manusia tersebut. Hanya Allah yang berhak memuji.

Tapi anehnya, banyak dari kita yang selalu melakukan kebaikan demi mendapat pujian dari orang lain, bukan ingin dapat pujian dari Allah, padahal sudah jelas bahwa manusia itu tidak punya puji.

Punya sifat ingin selalu dipuji orang lain identik dengan orang yang sombong. Semua kebaikan yang dilakukan orang seperti itu semata-mata hanya ingin dinilai orang lain. Sementara orang yang memberikan pujian tersebut tidak akan mampu membeikan apa-apa kepada Anda.

Namun jika kita punya sifat selalu ingin dipuji oleh Allah yang memiliki segala puji, secara otomatis kebaikan yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah dan berharap mendapat imbalan dari Allah. Tahu tidak, Allah sangat menyukai orang seperti itu?

Manusia itu tidak memiliki puji, oleh karena itu Allah benci sekali kepada orang yang selalu ingin dipuji orang lain. Tapi Allah menyukai orang yang memiliki sifat terpuji, yang dalam arti luas orang tersebut memiliki sifat semata-mata hanya ingin dipuji oleh Allah bukan orang lain.

Jadi, lakukanlah kebaikan bukan demi jabatan, pujian atau sanjungan dari orang lain. Tapi jadilah orang yang memiliki sifat terpuji.
X