Fakta Mengerikan Dibalik Kerja Keras Dan Disiplinnya Orang Jepang

(foto: Nextshark)

Banyak yang mengagumi kedisiplinan orang-orang Jepang. Mereka selalu tepat waktu dan juga sangat gigih dalam bekerja. Tapi dibalik kedisiplinan dan kerja keras orang-orang Jepang, ada fakta mengerikan yang mungkin belum kamu ketahui.

Tahu lalu, para ahli percaya bahwa ribuan orang Jepang telah meninggal karena karoshi, atau meninggal karena terlalu banyak bekerja. Sementara menurut data kementerian tenaga kerja yang didokumentasikan hanya ada 189 kasus orang meninggal karena karoshi.

Jepang memang memiliki budaya kerja yang tak kenal ampun. Jam kerja di Jepang sangat lama yang membuat mereka tidak memiliki banyak waktu untuk berekreasi atau bersosialisasi.

(foto: Nextshark)

Koji Morioka, profesor dari Universitas Kansai mengatakan kepada Washington Post, seperti dilansir Nextshark (2/8/2016), karoshi dapat terjadi karena serangan jantung, stroke atau bahkan bunuh diri karena stres terlalu banyak bekerja.

"Dalam dunia kerja di Jepang, jam lembur selalu ada. Itu hampir seolah-olah jam kerja yang dijadwalkan. Itu memang tidak dipaksakan, tapi pekerja merasa itu sesuatu yang wajib," kata Morioka.

(foto: Nextshark)

Karoshi biasanya terjadi pada laki-laki, tetapi perempuan juga sudah mulai banyak yang mengalaminya. Korban rata-rata berusia 20 tahunan. Setiap keluarga berhak mendapatkan kompensasi, tapi pada kenyataannya banyak keluarga yang tidak mendapatkan kompensasi dari perusahaan bersangkutan.

Tren kerja keras di Jepang dimulai pada tahun 1970-an dalam upaya untuk meningkatkan penghasilan. Sayangnya, budaya kerja keras ini jadi masalah sekarang. Jam kerja standar di Jepang yaitu 40 jam dalam seminggu, tetapi banyak karyawan yang bekerja lebih dari jam standar.

Wah, ternyata kedisiplinan dan kerja keras orang Jepang juga bisa membawakan bencana. Buktinya banyak orang Jepang yang stres kemudian bunuh diri karena terlalu banyak bekerja dan jarang berekreasi. Apa jadinya jika jam kerja di Jepang diterapkan di Indonesia?
X