Fakta Kelam Dibalik Kesuksesan China Di Olimpiade

(foto: Nextshark)

Secara konsisten China selalu berada di posisi satu sampai tiga sejak Olimpiade Sydney 2004 sampai Olimpiade Rio 2016 sekarang. Itu merupakan prestasi yang mengesankan, akan tetapi ada fakta kelam dibalik kesuksesan China di setiap Olimpiade.

Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar atlet China memulai perjalanan Olimpiade mereka pada usia yang masih sangat muda. Demi kemuliaan negara, kebanyakan dari mereka mengorbankan masa kecilnya untuk terus berlatih dan hidup di antara pelatih serta sesama atlet lainnya. Mereka bahkan dijauhkan dari keluarganya agar dapat fokus selama latihan.

Menurut laporan berita iTV yang dilansir oleh Nextshark, selama 10 jam sehari, anak-anak berumur empat tahun akan melakukan latihan melelahkan untuk membuat mereka jadi juara di masa depan. Sesi latihan ini dilaporkan setara dengan latihan semi militer.

(foto: Nextshark)

Anak-anak akan dipaksa melakukan latihan sampai melampaui batas fisik mereka. Bahkan, anak-anak perempuan terkadang suka dipukul agar fokus.

"Anda bertanya-tanya mengapa wanita China begitu sukses? Sebagian besar pelatih mereka adalah pria. Para wanita secara harfah dipukuli agar tunduk," kata Johannah Doecke, pelatih menyelam di Indiana University-Purdue University Indianapolis di Amerika Serikat, kepada Reuters pada tahun 2012 silam.

"Jika Anda mengatakan tidak untuk apa-apa, Anda akan dihukum, dipukuli. Ini adalah sistem yang brutal," tambahnya.

(foto: Nextshark)

Doecke pernah menjadi pelatih seorang penyelam asal China bernama Chen Ni. Ia digambarkan sebagai seorang yang takut melakukan kesalahan ketika ia pertama kali berada di bawah instruksinya.

"Jika dia melakukan kesalahan, ia akan langsung bersujud dan meminta maaf," lanjut cerita Doecke.

Sementara itu, hampir setengah juta anak-anak di China menjalani pelatihan serupa di sekolah-sekolah olahraga yang jumlahnya mencapai 3.000 lebih. Meskipun sangat banyak atlet, hanya ada beberapa yang terbaik yang nantinya akan dipilih.

(foto: Nextshark)

Di salah satu sekolah di Hanghzhou, sekitar 900 anak-anak dipaksa meninggalkan rumah mereka di pedesaan untuk dilatih menjadi seorang atlet di kota. Namun tak bisa dipungkiri, banyak anak-anak yang dulunya miskin sekarang jadi sukses berkat memenangkan kejuaran internasional.

Terlepas dari tuduhan pelecehan dan kebrutalan sistem pelatihan olahraga di China, banyak masyarakat yang mengkritik bagaimana nasib atlet yang kurang beruntung.
X