5 Realita Miris Yang Ada Di Indonesia


Sebentar lagi Indonesia akan merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Secara teknis, Indonesia boleh saja sudah merdeka lebih dari setengah abad lalu, namun apakah Indonesia benar-benar sudah merdeka jika dilihat dari nurani?

Walau sudah lama merdeka, nyatanya masih banyak rakyat yang belum bisa merasakan kemerdekaan. Masih banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah karena mahalnya biaya pendidikan, kekayaan negara sendiri banyak diraup oleh negara lain, sementara kita yang memilikinya hanya bisa meratapi.

Pejabat yang seharusnya melayani masyarakat malah duduk seperti tuan yang ingin dilayani masyarakat. Korupsi di mana-mana, sesama warga negara saling bermusuhan, persatuan mulai memudar, orang asing diistimewakan, sementara orang pribumi dibiarkan.

Itulah sebagian kecil realita yang ada di Tanah Air tercinta ini. Untuk lebih jelasnya, simak realitas miris yang hanya ada di Indonesia berikut ini.

5. Kalah di negeri sendiri


Banyak warga Indonesia yang tidak mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak. Pada akhirnya berdampak pada peningkatan kemiskinan. Hal itu disebabkan karena pendidikan yang rendah, banyak masyarakat yang putus sekolah karena tidak punya biaya, mengingat mahalnya pendidikan di Indonesia yang banyak ini itunya.

Kondisi ini membuat sebagian besar warga Indonesia tidak berinisiatif menciptakan lapangan kerja, melainkan mencari pekerjaan. Lihat orang-orang yang bukan keturunan asli Indonesia, seperti orang Tiongkok yang rata-rata memiliki usaha sendiri di Indonesia. Uniknya, para pekerjanya adalah orang Indonesia.

Bahkan dalam hal pekerjaan, keahlian warga pribumi sering dipandang sebelah mata, seperti yang terjadi di sebuah pabrik semen di Serang, Banten. Sama-sama buruh, pekerja Tiongkok digaji Rp 15 juta, sedangkan pekerja lokal digaji Rp 2 juta per bulan. (Baca ceritanya lebih lanjut).

4. Kekayaan negara sendiri dicuri oleh orang asing


Banyak kekayaan Indonesia yang masih dicuri oleh orang asing seperti ketika dijajah dulu. Sesudah merdeka pun nyatanya banyak negara lain yang meraup kekayaan Indonesia dalam jumlah yang sangat besar.

Contohnya saja PT. Freeport, perusahaan tambang di Papua yang sebagian besarnya dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat. Mirisnya, AS meraup sebagian besar dari keuntungan tambang emas tersebut, sementara Indonesia hanya kebagian sedikit. Lihat saja warga Papua yang sebagian besarnya hidup dalam kemiskinan. Aneh buka, emas ada di tanah sendiri, tapi tetap miskin.

(Baca juga: 3 Negara Yang Paling Banyak Menikmati Kekayaan Alam Indonesia)

3. Rakyat jadi babu pejabat


Indonesia adalah negara demokrasi di mana pemerintahannya berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sayangnya, demokrasi di negeri ini hanya jadi kata-kata indah saja. Melihat realitanya, banyak pejabat yang seolah jadi tuan yang ingin dilayani dan disegani oleh rakyatnya. Banyak pejabat yang melalaikan tugasnya sebagai abdi negara, dan menggunakan jabatannya untuk memperoleh keuntungan sendiri.

Yang paling berkesan ketika ada pilkada. Agar dipilih rakyat, biasanya para calon pejabat suka melakukan kunjungan ke berbagai tempat dan mengumbar-ngumbar janji manis akan ini akan itu jika seandainya terpilih. Setelah terpilih, mana?

2. Perang dengan keluarga sendiri


Kita hidup di Indonesia, berarti kita semua adalah keluarga walau banyak perbedaan. Buktinya, banyak elit politik antara partai A dan B saling menjerumuskan satu sama lain dan saling menyalahkan.

Contoh lain adalah suporter sepak bola antara The Jack dan Viking yang selalu memanaskan atmosfer jika kedua kubu ini disatukan dalam stadion. Sama-sama orang Indonesia saling bermusuhan? Bagaimana jika nanti Indonesia dijajah lagi?

1. KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) di mana-mana


Tak hanya digedung pejabat korupsi terjadi. Dari institusi yang terkecil sampai yang terbesar pun korupsi marak terjadi. Misalnya saja di lembaga pendidikan yang kerap sekali terjadi penyelewengan. Untuk sleanjutnya tidak usah diceritakan, kalian semua pasti sudah tahu.
X