Tak Terima Keluarganya Ditilang, Anggota TNI Tonjok Polisi Di Jalan Raya


Siapa pun yang melanggar hukum, baik itu pejabat atau bahkan penegak hukum itu sendiri, pantas mendapat hukuman sesuai aturan yang dilanggarnya. Tapi kadang, ada beberapa oknum yang merasa punya pangkat berhak untuk melawan hukum meski sudah jelas telah melanggar aturan.

Seperti yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Palembang, di mana arus lalu lintas mendadak macet gara-gara seorang anggota TNI terlibat perkelahian dengan anggota polisi yang sedang menggelar razia. Kejadian memalukan ini tepatnya terjadi di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada Rabu (20/7/2016) sore.

Oknum TNI yang berseragam sipil dan mengaku berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua), menonjok Aiptu Zulkarnain, petugas PJR Dirlantas Polda Sumsel yang kala itu sedang melakukan razia.

Perkelahian antara dua aparat keamanan ini sempat direkam oleh salah seorang yang melihat kejadian ini dan langsung diunggah ke YouTube.


Menurut keterangan video tersebut, anggota TNI yang melakukan pemukulan ini diduga kesal karena tak terima ada keluarganya yang ditilang Aiptu Zulkarnain.

Bermula ketika Aiptu menilang dua gadis remaja yang tidak mengenakan helm saat berkendara. Karena tak membawa SIM dan STNK, salah satu remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut menghubungi keluarganya yang tak lain adalah anggota TNI.

Sesudah datang di lokasi, anggota TNI itu meminta kepada Aiptu untuk tidak menilang putrinya. Namun entah bagaimana, ia langsung terbawa emosi dan menonjok Aiptu.

Beruntung anggota TNI yang mengaku berpangkat Pelda itu berhasil ditenangkan dan ia segera meninggalkan lokasi kejadian. Sementara Aiptu mendapat memar di bagian bibirnya karena pukulan anggota TNI itu.

Wah, sudah tahu putrinya salah, eh malah dibela, nonjok polisi lagi, keterlaluan banget!

X