Masuk Islam, Ketua Gangster Ini Ingin Hidup Damai

Vince Focarelli (Foto: The Advertiser)
Vince Focarelli (Foto: The Advertiser)

Vince Focarelli adalah seorang mantan ketua gangster asal Australia yang sekarang memiliki keinginan jadi orang baik setelah masuk Islam. Ia ingin hidup damai, memiliki keluarga yang normal, menjauhi masalah, dan banyak membantu orang lain.

Pria berusia 41 tahun itu menghabiskan enam tahun hidupnya dalam dunia yang kelam, di mana cobaan terberatnya adalah melihat anaknya tewas. Namun itu dulu, Vince mengatakan setiap orang pernah membuat kesalahan dan memiliki kesempatan untuk merubah diri.

Setelah mengenal Islam, Vince mengatakan merasa sudah kembali ke jalan yang benar. Dia bahkan sekarang membuka sebuah restoran bernama La'Fig Cucina di Carrington St, Sydney, dan kerap memberi makan para tunawisma dan membagikan sedekah kepada orang miskin.

"Saya benar-benar telah menjauhkan diri dari semua aspek yang berkaitan dengan gangster dalam hidup saya," ujar Vince kepada Seven News.

"Saya manusia dan saya sudah terlepas dari kesalahan yang dilakukan di masa lalu, semua orang membuat kesalahan," tambahnya.

(Foto: news.com.au)

Tak lama setelah masuk Islam, Vince membangun sebuah restoran sebagai pilar perubahannya. Ia mengatakan restoran bisa memberi makan para tunawisma dan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan.

"Sebagai Muslim, ini tanggung jawab kita untuk memberi, terutama di hari Ramadhan di mana kita bisa belajar untuk rendah hati dan alim, serta menyerap semua kebaikan dan cinta yang ada di dalam diri setiap orang di seluruh dunia," lanjut cerita Vince.

"Di bulan Ramadhan, apa pun yang kami jual akan ada porsi, presentase dari keuntungan itu, yang digunakan untuk kegiatan kemanusian. Kami ingin berkontribusi bahwa ini adalah cara yang terbaik."

Vince menambahkan bahwa restorannya juga menyajikan katering untuk para tunawisma dan juga menyajikan sup malam bagi mereka yang membutuhkan.

Mantan pemimpin geng itu mengatakan ide untuk membangun restoran muncul setelah ada keinginan untuk menciptakan sesuatu yang halal dan ramah.

"Kami memulai berbicara di dapur kami, saya dan istri saya."

"Mengapa kita tidak membantu komunitas Muslim dan melakukan sesuatu yang halal, organik dan vegan," ceritanya.

(Foto: news.com.au)

Antara tahun 2010 sampai 2012, Vince pernah menjadi enam kali jadi target pembunuhan, menurut situs The Advertiser. Ia nyaris tewas dalam serangan bom di sebuah supermarket di Dry Creek, pada bulan Januari 2012 lalu.

Dalam serangan tersebut, anak yang paling disayanginya, Giovanni, harus meregang nyawa. Setelah itu, Vince harus ditahan atas tuduhan penggunaan narkoba.

"Kami kehilangan Giovanni dengan sayang disayangkan, ia selalu ada dipikiran kami," lanjut cerita Vince.

"Kami selalu memikirkannya dan membicarakannya setiap hari."

Vince adalah mantan ketua geng Comanchero yang berpusat di Sydney. Ia dibebaskan dari penjara dalam pembebasan bersyarat pada bulan April 2013. Sementara itu, ia tidak menceritakan bagaimana ia bisa sampai memeluk Islam.
X