Kisah Anak Bupati Yang Memilih Jadi Penjual Angkringan

Yune Prana Elzuhriya (Foto: Okezone)

Menjadi anak bupat pasti ingin memiliki pekerjaan dengan jabatan yang tinggi. Kebanyakan dari mereka mengandalkan pangkat orang tuanya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Namun berbeda dengan anak bupati yang satu ini yang memilih bekerja sederhana untuk menopang hidupnya.

Yune Prana Elzuhriya (38), anak kedua bupati Gunungkidul, Badingah, tidak memilih bekerja di kantoran atau instansi pemerintah, melainkan ia lebih memilih jadi penjual angkringan sederhana bersama suaminya Iwan Surya Purnawan (44).

Ia mulai membuka angkringan di halaman rumahnya di Jalan Pangarsan, Purbasari, Wonosari Gunungkidul, pada 26 Mei lalu. Yune memberi nama angkringan nya "Angkringan Batik".

Bupati Gunungkidul, Badingah (Foto: gunungkidulonline.com)

Yune mengungkapkan kalau ibunya, Badingah, malah mendukung pekerjaanya sekarang. Dia juga mengatakan tidak malu dengan pekerjaannya sebagai penjual angkringan.

Menu angkringannya terdiri dari oseng tempe, babat gongso, sambel teri, hingga rendang ayam, dan bahkan nasi kucing sambel welut.

Hobi wedangan menjadi alasan Yune mau membuka usaha angkringan ini. Sebelumnya, ia juga pernah membuka usaha batik, tapi harus ditutup setelah anak pertamanya lahir.

Suaminya, Iwan, mengatakan kalau angkringan mereka didirikan untuk menumbuhkan komunikasi antar sesama pelanggan. Jadi, mereka memutuskan tidak memasang WiFi agar para pelanggannya tidak asik sendiri.

Sumber: Okezone
X