Ini Alasan di Perancis Sering Terjadi Serangan Teror

(foto: smh.com.au)

Perancis dikenal sebagai negara yang indah dengan banyak tempat wisata yang berkesan romantis dan eksotis. Tapi siapa sangka, negara seindah Perancis ini kerap kali jadi target serangan teroris.

Terbukti beberapa waktu lalu, Perancis lagi-lagi diserang teroris. Kali ini sebuah truk menghantam kerumunan orang di pesisir kota Nice dan menewaskan 84 orang. Sebelumnya, pada 13 November 2015, di Negeri Mode ini terjadi serangan teroris di beberapa lokasi yang menewaskan ratusan orang.

Aksi tersebut setidaknya berhasil menewaskan sebanyak 130 orang dan melukai 350 orang lainnya. Tak lama setelah itu, ISIS mengklaim berada di balik serangan tersebut. Lantas apa yang membuat Perancis selalu jadi target serangan teroris? Simak ulasannya berikut ini yang dikutip Wow Menariknya dari IDNtimes.com.

3. Berawal dari majalah Charlie Hebdo

(foto: express.co.uk)

Majalah Charlie Hebdo sempat membuat umat Muslim di seluruh dunia geram setelah menerbitkan gambar kartun yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Hal itulah yang memancing Al-Qaeda untuk menyerang pusat majalah tersebut yang menewaskan 12 orang, termasuk delapan kartunis majalah itu. Menurut BBC, setelah serangan itu, tercatat ada 11 serangan teror lainnya di Perancis.

2. Paris dianggap ibu kota kemaksiatan

(foto: parisperfect.com)

Organisasi radikal ISIS menyebut Paris sebagai ibu kota prostitusi dan kemaksiatan. Pernyataan itu dikemukakan sebelum ISIS mengklaim berada di balik serangan November. ISIS juga menyatakan bahwa Perancis dan semua negara yang mengikuti jejaknya akan jadi sasaran mereka.

1. Perancis jadi ladang untuk perekrutan militan

(foto: pixbay.com)

Di Perancis ada istilah yang disebut banlieus, yaitu kawasan kumuh yang didominasi imigran. Di banlieus sendiri terdapat cities, yaitu sebuah bangunan yang tadinya ditujukan sebagai pemukiman pekerja, tapi malah menjelma menjadi kawasan miskin dan terisolasi. Karena hal itulah, para penghuni cities dianggap menjadi subjek kecurigaan dan kebencian di Perancis.

Banlieus sebagian besarnya dihuni oleh imigran asal Aljazair. Sejak tahun 1962, wilayah tersebut merupakan bagian dari Perancis Raya. Walaupun begitu, mereka tetap merasa terisolasikan dari masyarakat Perancis.

Sementara itu, sebagian besar umat Muslim di Perancis merupakan keturunan imigran asal Afrika Utara, seperti Aljazair, Tunisia dan Maroko. Namun sayangnya sebagian besar dari mereka hidup dalam kemiskinan dan banyak yang menganggur. Hal itu diduga disebabkan diskriminasi yang diperoleh warga Muslim saat mencari kerja.
X