Hilangkan 5 Hal Ini, Maka Sinetron Indonesia Gak Terlalu Menjengkelkan


Film sinetron sudah jadi fenomena di Indonesia. Meski banyak cibiran dari masyarakat karena dianggap tidak mendidik, tapi nyatanya film sinetron masih tetap ada dan malahan semakin marak saja.

Ada beberapa faktor yang membuat sinetron Indonesia berkesan menjengkelkan dan tidak mendidik. Padahal sebenarnya sinetron Indonesia bisa dibuat sebagus mungkin dengan mengubah jalan ceritanya yang terlalu mengada-ngada dan bertele-tele.

Jika diperhatikan, sinetron Indonesia hanya bercerita tentang cinta, si kaya dan si miskin, dan bahayanya lagi ceritanya yang bisa mencuci otak para penontonnya untuk memiliki gaya hidup seperti dalam sinetron.

Contohnya saja orang yang jadi korban sinetron suka menghayal pergi ke sekolah pakai mobil bagus, rumahnya megah dan pacarnya cantik. Kemudian ngebayangin ada dua cewek/cowok cakep yang ngerebutinnya. Haduh, bahaya deh ngehayal terlalu tinggi seperti itu.

Nah, menurut Wow Menariknya, ada beberapa hal dalam sinetron Indonesia yang sebaiknya dihapus agar tidak terlalu menjengkelkan.

5. Adegan absurd


Pasti dalam sinetron suka ada adegan kepleset lalu jatuh ke pelukan calon pacar, ketabrak mobil sampai amnesia, atau berteriak saat mau ditabrak. Yaelah, adegan seperti ini malah bikin orang kesel, masa mau ditabrak mobil malah berteriak bukannya lari. Belum lagi cuma ketabrak kakinya, tapi sampai koma bermingu-minggu. Hilangin deh adegan absurd seperti ini!

4. Dalam sinetron, batin saja bisa keluar suaranya


Sudah jadi ciri khas dalam sinetron Indonesia di mana suara batin bisa kedengaran. Dalam hati berkata, "Lihat saja nanti, aku akan membuat kamu menderita." Pasti yah kamu sering nemuin pemain sinetron bermonolog atau berbicara dalam hatinya. Hmmm... tidak seru, pasti jalan ceritanya sudah ketebak bakalan gitu. Jangan terlalu bermonolog deh kayak film Hollywood.

3. Mungkin nanti ada sinetron dengan episode terpanjang di dunia sampai season tujuh turunan


Film seru gak harus bertele-tele kali ceritanya. Nah, itulah yang dimiliki sinetron Indonesia di mana jalan ceritanya suka mengada-ngada dan bertele-tele. Pada akhirnya malah bikin orang kesel dan jengkel ingin mecahin tv. Buktinya saja film yang berdurasi selama 2 jam saja bisa lebih laku kok, tak harus sampai ribuan episode atau bahkan season tujuh turnan.

2. Plisss Naga-nagaannya hilangkan!


Boleh saja mengangkat sinetron berlatar belakang di sebuah kerajaan, tapi yang bikin keberatan itu adalah naga-nagaannya. Duh jangan terlalu memaksakan biar jalan ceritanya lebih seru.

1. Kasihan yang jadi pemeran protagonisnya, selalu menderita, bahagianya cuma 1 episode


Suka kasihan lihat pemeran yang baik itu dalam sinetron Indonesia. Mereka selalu menderita dan menangis, semantara yang jahat selalu menang. Mungkin nanti pas sinetronya tamat, baru pemeran protagonis bahagia, tapi sayangnya cuma satu episode.
X