6 Kebiasaan Sewaktu Muda Yang Bisa Membuat Anda Miskin

Ilustrasi

Apa yang kita panen nanti tergantung dari apa yang kita tanam saat ini. Sepertinya ungkapan itu cocok untuk menggambarkan sedikit masa depan tentang Anda dengan melihat prilaku Anda sewaktu muda.

Jika masa mudanya Anda banyak bermalas-malasan, bermain, dan boros, besar kemungkinan ketika dewasa nanti Anda akan jadi orang yang sengsara. Tapi sebaliknya, jika Anda orang yang rajin bekerja, punya sikap optimis, hemat dan tidak bermalas-malasan, besar kemungkinan Anda akan jadi orang kaya.

Coba perhatikan saja bagaimana orang-orang sukses sekarang menghabiskan masa mudanya dulu, misalnya saja Chairul Tanjung. Pasti mereka bekerja kerasa sewaktu mudanya demi meraih kesuksesan, yang pada akhirnya mereka tinggal menikmati kesuksesannya.

Nah, sebenarnya sikap dan kebiasaan kita sewaktu muda bisa menjadi penentu nasib kita di waktu dewasa nanti, apakah kita akan jadi orang sukses atau tidak. Berikut ini ada beberapa kebiasaan di masa muda yang bisa membuat Anda miskin nantinya.

6. Tidak punya cita-cita


Meskipun terdengar sepele, mempunyai cita-cita atau tujuan sangatlah penting. Dengan begitu Anda mempunyai target yang harus dikejer. Jika dimisalkan, Anda mau menuju ke suatu tempat tapi tidak tahu apa nama tempatnya, jelas Anda akan nyasar dan tidak akan pernah sampai ke tujuan. Itulah gambaran orang yang tidak punya cita-cita.

5. Banyak belajar tapi tidak ada yang paham


Kebanyakan orang menghabiskan masa mudnya dengan menuntut ilmu di sekolah atau kampus. Tapi kebanyakan orang hanya belajar saja tapi tidak paham bagaimana mempraktikan ilmu yang didapatnya. Hal itulah yang bisa menjadi penyebab seseorang sulit mendapat pekerjaan yang layak. Yang pada akhirnya bisa berujung pada kekurangan ekonomi. Buktinya saja banyak sarjana yang menganggur.

Jadi, apa yang kita pelajari, kita harus paham betul bagaimana mempraktikan ilmu tersebut. Agar kelak nanti, ilmu yang kita dapat tidak terlupakan dan kita bisa dengan mudah mencari pekerjaan. Jika pun tidak dapat pekerjaan, kemungkinan besar Anda akan menciptakan lapangan pekerjaan karena paham betul tentang ilmunya.

4. Terlalu banyak bermain


Bermain boleh-boleh saja, tapi jika kelewatan batas sampai tidak ada waktu belajar atau pun bekerja, jelas orang seperti itu biasanya mengalami kekurangan ekonomi ketika dewasa nanti. Jadi, seimbangkan antara waktu belajar dan kerja dengan jam bermain.

3. Terlalu banyak pacaran


Kebanyakan anak muda sekarang mempunyai prinsip kalau hidup itu tak indah tanpa ada pacar. Ya, pacaran boleh saja, tapi jika hati dan pikiran terlalu terfokus bagaimana cara mendapatkan pacar, maka tidak akan ada waktu untuk membangun masa depan. Buktinya saja, banyak anak muda yang seperti hidup sendiri kalau tidak punya pacar atau seperti mau mati kalau tidak ditemani pacar atau ada yang belain minjem duit demi mentraktir pacar, kalau tidak nantinya takut diputusin.

Soal jodoh, jangan terlalu khawatir, kuatkan dulu faktor ekonomi Anda sejak muda ini agar nantinya ketika mulai rumah tangga, Anda tidak menyusahkan orang tua dan Anda sudah mandiri. Jadikan pacar sebagai penyemangat dan pendorong untuk meraih kesuksesan.

2. Bukan tipe pekerja keras


Rata-rata anak muda hanya mengandalkan orang tuanya untuk membiayai sekolah atau jajannya. Sementara ia kebanyakan bermalas-malasan, disuruh pun terkadang membangkang. Hati-hati, orang yang suka bermalas-malasan adalah ciri orang yang tidak akan sukses.

Meskipun masih muda dan masih sekolah, tidak ada salahnya Anda belajar bekerja di lapangan sungguhan. Tak perlu yang besar-besar, cari saja pekerjaan yang kecil-kecil, seperti menjajakan dagangan, bisnis online dan sebagainya. Di zaman yang serba canggih ini, banyak pekerjaan yang tak mengharuskan Anda mengeluarkan keringat banyak.

1. Durhaka pada orang tua


Hati-hati nih yang suka marah-marah, membentak, apalagi memukul orang tuanya, khususnya ibu, jangan berharap jadi orang sukses. Anda akan mengalami kesengsaraan dalam batin dan juga ekonomi. Selalu membangkang ketika disuruh, tidak hormat, berbicara kasar, dan tidak pernah membantu orang tua adalah ciri anak yang durhaka.

Malin Kundang pun dulunya sebelum jadi kaya raya adalah anak yang berbakti dan patuh kepada orang tuanya. Tapi setelah ia mendapat kekayaan, ia lupa daratan hingga akhirnya tidak mengakui ibunya sendiri.

Jadi, orang tua adalah orang pertama yang harus Anda hormati, khususnya ibu. Tahu tidak betapa dahsyatnya doa ibu? Sangat jarang orang yang meminta doa pada ibunya, jadi pantas saja hidupnya agak bimbang.
X