Selain Indonesia, Ini 5 Nama Lain Negara Kita

(Foto: Flickr)

Nama Indonesia bersal dari kata "Indo" dan "Nesie" yang dalam bahasa Yunani memiliki arti kepulauan Hindia. Orang pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah James Richardson Logan pada tahun 1869.

Nama Indonesia itu tercatat dalam buku karangan Logan yang berjudul "The Indian Archipelago and Eastern Asia" yang terbit dalam Journal of the Asiatic Society of Bengal pada 1849-1859.

Pada masa kolonial dulu, nama Indonesia cukup tabu untuk disebutkan. Oleh sebab itu beberapa bangsa yang pernah menjajah Indonesia memberikan nama lain untuk menamai negara kita ini. Berikut nama-nama lain Indonesia pada zaman dulu yang berhasil Wow Menariknya himpun.

5. The Malay Archipelago

Alfred Russel Wallace memberikan nama ini pada tahun 1869 ketika ia melakukan kunjungan ke Tanah Air. Malay memiliki arti "Melayu", "Archipel" yang dalam bahasa Yunani berarti "memerintah" dan plagus berarti "laut".

Dengan demikian, nama ini kemungkinan besar memiliki arti pemerintahan Melayu yang menguasai pulau-pulau dan lautan.

4. Nusantara

Nama Nusantara sekarang ini juga sering dipakai untuk menggambarkan negara kita. Nusantara sendiri memiliki arti pulau yang berada di antara benua-benua. Sementara dalam kitab Negarakertagama, Nusantara diartikan sebagai pulau-pulau kecil di luar Jawa.

3. Naderlandsch Oost-Indie atau Nederlandsch Indie

Nama yang cukup rumit ini pertama kali diberikan oleh Cornelis de Houtman, seorang pelaut Belkamu yang berkuasa di Indonesia. Dia adalah orang yang memimpin pasukannya pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1596.

2. Insulinde

Insulinde adalah nama lain Indonesia yang diberikan oleh orang Belanda, Eduard Douwes Dekker atau Multatuli di dalam bukunya yang berjudul Max Havelar pada tahun 1860.

Arti nama Insulinde ini berasal dari kata "Insula (pulau)" dan "Indus (Hindia)" dalam bahasa latin. Jadi, arti nama Insulinde adalah pulau Hindia.

1. Hindia

Nama Hindia diciptakan oleh Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-425 SM). Ia dikenal oleh dunia sebagai bapak Ilmu Pengetahuan Sejarang.
X