Jerman Larang Wanita Berjilbab Untuk Berenang

(Foto: Daily Express)

Di Jerman, wanita yang mengenakan pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh mereka atau dikenal sebagai burkini sebelumnya telah diberitahukan bahwa tidak diperbolehkan dipakai di dalam kolam renang.

Hal itu diungkap sendiri oleh Walikota Neutraubling, Heinz Kiechle, anggota dari Uni Sosial Kristen (CSU ) yang mengatakan bahwa ia membuat keputusan tersebut karena alasan kebersihan, demikian seperti diberitakan Daily Express, 10 Juni 2016.

Larangan itu berlaku bagi perempuan muslim yang hendak berenang. Larangan tersebut telah diinformasikan selama beberapa minggu terakhir di sekolah renang umum di kota Bavaria.

Burkini (Foto: Daily Express)

Mendapat keluhan dari beberapa perenang lainnya, pemerintah setempat memutuskan untuk tidak membuatkan plang secara khusus, hanya saja menginformasikanya secara langsung.

"Berenang mengenakan baju menutupi seluruh tubuh menurut saya cukup sulit," ujar Walikota Heinz Kiechle.

"Hanya pakaian renang biasa yang bisa dipakai."

"Sangat tidak pantas jika sebuah kolam renang hanya memberlakukan peraturan yang khusus pada agama seseorang," tegasnya lebih lanjut.

Menurutnya, hal tersebut juga bertentangan dengan ide-ide dasar dari integrasi antar sesama. Namun, larangan mengenakan burkini tampaknya didukung oleh warga kota. Tentu pertentangan juga muncul dari beberapa politisi dan kelompok hak asasi manusia.

"Kami melihat kasus ini sangat melanggar peraturan hak-hak dasar, hal ini menjadi pukulan bagi hak kemanusiaan dan toleransi," tulis pernyataan dari Partai Hijau Jerman.
X