Kisah Perjalanan Muhammad Ali Bisa Sampai Memeluk Islam

Muhammad Ali (Foto: anynews.tv)

Kabar duka datang dari petinju legendaris Muhammad Ali yang meninggal di usia 74 tahun, di Phoenix, Arizona, pada hari Jumat (3/6) waktu setempat.

Ia lahir di Kentucky, Amerika, pada 17 Januari 1942. Ketika itu namanya adalah Cassius Marcellus Clay Jr, namun setelah memutuskan masuk Islam, ia mengganti namanya menjadi Muhammad Ali.

Pada tahun 1964, petinju yang dijuluki The Greatest itu berhasil mengalahkan Sonny Liston dan berhasil merebut gelar juara dunia pertamanya. Tak lama kemudian, Ali mengumumkan bahwa dirinya masuk Islam.

(Foto: typepad.com)

Ia tertarik masuk Islam setelah bergabung dengan Nation of Islam (NOI), organisasi bagi umat muslim kulit hitam yang menentang pemisahan rasial yang kala itu masih mengalami diskriminasi.

Lewat bimbingan dari Malcom X, salah satu anggota NOI, lambat laun Ali mulai tertarik untuk mendalami ajaran Islam karena dianggap tidak membeda-bedakan manusia, terutama dari ras.

Hingga akhirnya ia membulatkan tekad untuk masuk Islam dan mengganti namanya setelah berhasil mengalahkan Liston pada tahun 1964.

(Foto: thenation.com)

Karena keyakinan Islam nya begitu kuat, ia bahkan menolak ikut Perang Vietnam dan wajib militer pada saat usianya 27 tahun. Akibatnya, Ali harus dipenjara dan semua gelar juaranya dicabut. Ia juga tidak diperkenankan untuk ikut pertandingan di level manapun.

Masuknya Ali dalam agama Islam menjadi awal perubahan pandangan ras dan agama di Amerika yang kala itu masih memprihatinkan. Ali juga menjadi kebanggan kulit hitam yang terus menyuarakan persamaan ras.

(Foto: yournewswire.com)

Media AS menggambarkannya sebagai "perwujudan, kekuatan, keeleganan, hati nurani, dan keberanian. Ali adalah simbol anti kemapanan yang menembus batas-batas ras dan agama. Pertarungannya melawan manusia lain menjadi tontonan, tapi ia adalah perwujudan pertarungan lebih besar lagi."
X