Fakta-Fakta Mencengangkan Gangster Di Indonesia


Gangster identik dengan sekumpulan orang yang suka bikin onar dan kekacauan di lingkungan masyarakat. Mereka bisa berbuat nekat melakukan berbagai macam tindakan kriminal, mulai dari kejahatan tingkat bawah sampai tingkat atas.

Beberapa waktu lalu saja seorang anggota Kopassus bernama Pratu Galang tewas setelah dianiaya oleh sekelompok anggota geng di Bandung, Jawa Barat. Sontak, kejadian tersebut mencerminkan wajah gangster di Indonesia yang begitu mengerikan.

Oleh karena itu, berikut Wow Menariknya menghimpun beberapa fakta mencengangkan tentang gangster di Indonesia yang perlu kamu waspadai.

4. Mereka seperti ikan piranha


Meski kecil, ikan piranha mampu membunuh seekor sapi hanya dalam sekejap karena mereka bergerombol. Begitupun dengan gangster di Indonesia yang berani membuat onar jika mereka sedang bergerombol seperti ikan piranha.

Terbukti, banyak anggota geng yang sok jagoan jika mereka sedang bersama anggota-anggotanya. Tapi jika sendiri, mereka nge-down.

3. Kebanyakan dari mereka adalah anak sekolah dan pengangguran


Coba perhatikan di lingkungan sekitarmu, banyak anak sekolah mulai dari SMP hingga SMA yang ikut bergabung dengan gangster. Biasanya anak sekolah bergabung dengan gangster agar terlihat kuat dan tidak ada yang berani mengganggunya. Padahal, nyali mereka sebenarnya nol besar.

Selain anak sekolah, banyak anggota gangster yang sebenarnya tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Jadi, untuk menghabiskan waktu dan agar reputasi tetap baik meski tidak memiliki pekerjaan, akhirnya mereka bergabung dengan gangster.

2. Tidak punya tujuan


Gangster di luar negeri seperti Yakuza di Jepang memiliki tujuan yang bisa menghasilkan keuntungan bagi mereka. Biasanya, mereka mengendalikan suatu bisnis yang keuntungannya bisa mereka nikmati.

Tapi berbeda dengan gangster di Indonesia yang umumnya digeluti anak-anak muda. Mereka tidak memiliki tujuan, dan mejadikan gangster sebagai wadah untuk gaya-gayaan, sok jagoan dan poya-poyaan.

Anggota geng terkadang terlibat adu jatos dengan anggota geng lain hanya untuk menentukan siapa yang terkuat, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Keringat tanpa hasil!

1. Mereka jadi nekat jika sudah ditemani minuman keras


Anggota geng biasanya nongkrong tengah malam sambil pesta minum-minuman keras. Dalam momen di mana anggota geng mabuk berat, mereka bisa berbuat melampui batas.

Buktinya, anggota kopassus yang lewat saja diserang sampai ditusuk berulang kali hingga tewas. Jika mereka sadar, mereka tahu akibatnya jika berani menyerang aparat keamanan, apalagi setingkat kopassus. Paling kecil balasannya, cacat seumur hidup.
X