Sedih, Ini Alasan Korban Pemerkosaan Tidak Mau Melapor

(Foto: onyxtruth.com)

Akhir-akhir ini, predator seks sedang gencar mencari perempuan yang bisa 'dimangsa'. Terbukti belakangan ini ada beberapa perempuan yang meregang nyawa akibat aksi bejat sang predator, seperti YY dan Eno.

Itu adalah sebagian kecil kasus pemerkosaan yang tercium publik, sementara masih banyak di luar sana wanita korban pemerkosaan yang lebih bungkam mulut sambil menanggung malu daripada harus melapor.

Menurut Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Azriana, seperti dilansir IDNtimes, mengatakan ada beberapa alasan kenapa korban pemerkosaan tidak mau melapor. Berikut alasannya.

1. Banyak perempuan yang jadi korban pemerkosaan selalu disalahkan

Meski menyandang status sebagai korban, banyak perempuan korban pemerkosaan yang lebih menutup mulut karena takut disalahkan orang sekelilingnya. Menurut Azriana, budaya masyarakat di negeri ini kerap kali menyalahkan korban daripada mendukungnya menguak pelaku pemerkosaan.

Misalnya saja ada orang yang bilang seperti ini, "Pantas saja diperkosa, pakaiannya aja seperti itu."

2. Daripada melapor jadi aib, mening bungkam menutup mulut

Banyak korban pemerkosaan yang takut dicap negatif oleh masyarakat. Karena itu, mereka lebih memilih diam saja menyimpan beban psikis seumur hidup. Padahal, jika korban seperti itu, maka predator akan semakin leluasa saja dan merasa mereka bebas melakukan kejahatan.

3. Korban malah dikorbankan lagi oleh penegak hukum

Inilah fakta yang diungkap oleh Komnas Perempuan. Korban malah dijadikan korban lagi oleh penegak hukum. Misalnya laporannya tidak ditanggapi atau dipandang sebelah mata.

4. Proses hukum berhenti di tengah jalan

Terkadang, proses hukum berhenti di tengah jalan dengan dalih korban mencabut tuntutan. Meski korban sudah mencabut tuntutan, seharusnya hukum terus berjalan dan pelaku harus segera diadili. Pantas saja jika predator semakin buas dan leluasa.
X