Kisah Nyata Remaja Terus Mengirim Film Dewasa Meski Sudah Meninggal

Ilustrasi meninggal

Internet menjadi salah satu sarana yang paling mudah untuk mengakses berbagai macam hal. Salah satunya yang paling banyak diakses adalah film-film dewasa yang sebenarnya tidak layak ditonton oleh orang yang belum menikah.

Meskipun tidak baik, namun pada kenyataannya banyak remaja yang kecanduan menonton film dewasa, bahkan mereka rela membayar mahal demi mendapatkan berbagai macam jenis film dewasa. Seperti kisah nyata yang dialami seorang remaja pecandu film dewasa ini yang bisa dijadikan pelajaran buat kita semua.

Kisah tentang remaja itu diceritakan oleh Mufi Ismail Menk. Ia menceritakan ada seorang anak laki-laki dari Arab yang kecanduan film dewasa. Pria tersebut bahkan rela mengeluarkan uang banyak demi mendapatkan video dan foto syur.

Dia berlangganan email mingguan berisi video dan foto dari salah satu situs film dewasa. Hal itu ia lakukan demi mendapatkan kesenangan dan kepuasan sendiri.

Sementaa teman-temannya tidak mau mengeluarkan uang dan meminta pria tersebut untuk dikirim film-film dewasa. Remaja itu pun setuju untuk mengirimkan video dan foto yang ia dapatkan kepada teman-temannya.

Suatu waktu, remaja itu merasa capek harus mengirim video satu per satu ke teman-temannya. Hingga akhirnya ia mendapat cara cepat dan mudah yaitu dengan menggunakan auto forward, sehingga email yang diterimanya secara otomatis akan dikirim ke email teman-temannya.

Beberapa bulan kemudian, remaja itu berpergian bersama teman-temannya. Namun yang namanya ajal tidak ada yang tahu, remaja itu tewas setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, sedangkan teman-temannya selamat.

Teman-temannya bercerita kepada seorang syekh ketika berkumpul di rumah remaja tersebut. "Syekh, setiap minggu kami mendapatkan email auto forward berisi video dan foto (khusus dewasa) dari teman kami ini, sedangkan ia sudah meninggal," tanya teman-teman remaja tersebut.

Syekh itu pun terkejut dan menjawab, "Naudzubillah... ia akan mendapatkan azabnya karena perbuatan dosa masih terus mengalir meski sudah meninggal."
X