Intip Sejarah Lingsir Wengi, Lagu Pemanggil Kuntilanak


Lingsir Wengi merupakan salah satu lagu gending Jawa yang menggunakan pakem macapat. Pakem macapat itu sendiri terdiri dari 11 pakem, di mana salah satunya adalah pakem durma yang dipakai dalam lagu Lingsir Wengi.

Lagu ini mulai populer setelah dijadikan background musik dalam film Kuntilanak (2006) yang dibintangi oleh Julie Estelle. Karena film itulah, lagu ini dianggap memiliki nuansa negatif dan horor yang dipercaya mampu memanggil kuntilanak.

Benarkah lagu Lingsir Wengi bisa memanggil kuntilanak? Sebelum menyimpulkannya, sebaiknya simak dulu sejarah tentang lagu ini.

Asal usul lagu Lingsir Wengi

Sunan Kalijaga (foto: historia.id)

Lagu Lingsir Wengi diciptakan oleh Sunan Kalijaga dengan nama Raden Said, salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa sekitar tahun 1500-an. Beliau mempunyai cara untik untuk mengajak warga Jawa memeluk Islam, salah satunya lewat seni wayang kulit, gamelan, dan juga lewat lagu Lingsir Wengi ini.

Pada dasarnya, lagu Lingsir Wengi diciptakan sebagai sarana penolak keberadaan makhluk halus yang suka mengganggu. Berbeda dengan sekarang di mana lagu ini dianggap sangat menyeramkan.

Dalam salah satu lirik lagu ini sebenarnya mengandung doa untuk dijauhkan dari hal-hal buruk dan juga mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.


Jadi, anggapan bahwa lagu ini adalah lagu pemanggil kuntilanak sebenarnya salah. Justru lagu ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media untuk berdoa.

Bahkan ketika dulu, lagu Lingsir Wengi sering digunakan oleh para ibu untuk menidurkan anaknya. Tak hanya itu, banyak juga yang menyanyikan lagu ini setelah sholat malam.

Di bawah ini lirik lagu Lingsir Wengi yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga:

Lingsir Wengi
Lingsir wengi
Sepi durung biso nendro
Kagodho mring wewayang
Kang ngreridhu ati
Kawitane
Mung sembrono njur kulino
Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno
Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi
Nandang bronto
Kadung loro
Sambat-sambat sopo
Rino wengi
Sing tak puji ojo lali
Janjine mugo biso tak ugemi

Kalau dalam bahasa Indonesianya, kira-kira seperti ini:

Menjelang Tengah Malam
saat menjelang tengah malam
sepi tidak bisa tidur
tergoda bayanganmu
di dalam hatiku
permulaanya
hanya bercanda kemudian terjadi
tidak mengira akan jadi cinta
kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku
menderita sakit cinta(jatuh cinta)
aku harus mengeluh kepada siapa
siang dan malam
yang saya cinta jangan lupakan ku
janjinya kuharap tak diingkari

Sementara lirik lagu Lingsir Wengi dalam film Kuntilanak jauh berbeda dengan yang aslinya

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet

Dalam bahasa Indonesianya seperti ini:

Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna
Jangan terbangun dari tidurmu
Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)
Aku sedang gelisah,
Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut

Pantas saja jika lagu ini dianggap memiliki aura magis!!
X