7 Parasit Purba Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Ilustrasi dinosaurus (foto: listosaur.com)

Berbicara tentang parasit yang hidup di zaman dinosaurus memang sulit menemukan bukti bahwa parasit-parasit tersebut memang sudah ada sejak dahulu. Jika memang parasit ini sudah ada sejak zaman dinosaurus, besar kemungkinan mereka mampu bertahan hidup sampai sekarang.

Para peneliti percaya kalau beberapa parasit yang ada sekarang, seperti kutu, cacing pita, dan bahkan nyamuk, sudah ada sejak jutaan tahun lalau atau tepatnya pada era dinosaurus menguasai dunia ini sebelum manusia ada

Langsung saja, simak ulasan tentang tujuh parasit zaman purba yang masih ada sampai sekarang, seperti dilansir dari Viral Nova oleh Wow Menariknya.

7. Tawon Parasit

(foto: Viral Nova)

Tawon parasit hidup di era Eosen awal (puluhan juta tahun lalu) dan mereka mendapatkan makan dari darah kumbang prasejarah. Beberapa tawon parasit meletakkan telur mereka di dalam mayat ulat. Ketika telur mereka mentas, maka mereka akan keluar dari dalam mayat atau larva ulat.

6. Semut Jamur Zombie

(foto: Viral Nova)

Sejak periode Cretaceous, semut jamur zombie telah bertahan sampai sekarang dengan cara menginfeksi semut dengan patogen yang pada dasarnya para semut mengendalikan pikiran mereka.

5. Nyamuk

(foto: Viral Nova)

Sudah terbukti bahwa DNA ditemukan di dalam nyamuk. Nyamuk dapat menghisap darah manusia menggunakan moncongnya yang seperti jarum. Nyamuk juga dipercaya sudah ada sejak zaman dinosaurus tetapi mereka tidak memilik darah DNA dari dinosaurus.

4. Cacing Pita

(foto: Viral Nova)

Apa yang lebih menakutkan daripada cacing pita? Sementara memeriksa kotoran hiu prasejarah, peneliti menemukan bukti bahwa salah satu hiu membawa 93 telur cacing pita di usus nya. Jika begitu dapat dikatakan bahwa hiu merupakan sarangnya cacing pita.

3. Cacing Kremi

(foto: Viral Nova)

Pada tahun 2014, tipe baru cacing kremi telah ditemukan dalam tinja dari Triassic cynodont (nenek moyang mamalia), yang mungkin menjadi contoh awal dikenal dari cacing kremi yang terdapat pada hewan berdarah panas.

2. Schistosomiasis

(foto: Viral Nova)

Manusia prasejarah harus bersaing dengan parasit. Hal itu dibuktikan dengan penemuan sebuah telur schistosomiasis berusia 6.200 tahun yang ditemukan di dekat Sungai Efrat.

Penemuan ini memberikan kita bukti awal bahwa irigasi menyebabkan penyakit. Schistosomiasis ini adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing pipih yang mempengaruhi saluran kemih dan dapat menyebabkan kembung yang cukup serius.

1. Kutu

(foto: Viral Nova)

Kutu di era sekarang bentuknya begitu kecil. Namun, sebuah fosil yang ditemukan di China menunjukkan bahwa kutu jauh lebih besar selama periode Jurassic dan lebih proporsional. Sementara kutu modern memiliki panjang tubuh antara satu sampai sepuluh milimeter, kutu yang hidup pada jaman dinosaurus tubunya dapat mencapai 21 milimeter.
X