8 Fakta Mengerikan Militer Korea Utara Yang Membuat Dunia Ketakutan

Militer Korea Utara (foto: nbcnews.com)
Akhir-akhir ini Korea Utara semakin gencar memperkuat pasukan militer mereka. Bahkan, seperempat dan sepertiga dari anggaran negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu dibelanjakan untuk kebutuhan militer.

Setidaknya Korea Utara memiliki lebih dari satu juta tentara aktif dan cadangan, ribuan pesawat serta ribuan tank. Menurut rumor yang beredar, Korut sedang mengembangkan senjata nuklir dan senjata mematikan lainnya. Hal itu dibuktikan ketika beberapa waktu lalu Korut sempat melakukan uji coba rudal nuklir yang sampai menghasilkan gempa.

Tak hanya itu, Korut juga sempat merilis video yang memperlihatkan simulasi rudal nuklir menghantam Washington DC, di Amerika Serikat. Mereka mengatakan tidak akan segan-segan meluncurkan rudal nuklir jika AS berani ikut campur dengan urusan mereka.

Selain itu, masih ada fakta-fakta lain tentang militer Korut yang dianggap bisa mengancam perdamaian dunia. Dilansir Wow Menariknya dari situs Emgn.com, berikut fakta-fakta mengerikan militer Korea Utara.

8. Korea Utara memiliki senjata kimia

(foto: emgn.com)

Menurut pembelot, Korut memiliki senjata kimia berbahaya, seperti gas tradisional yang digunakan selama Perang Dunia I, di antaranya klorin, fosgen dan gas mustard yang mampu melumpuhkan saraf dalam sekejap. Selain itu, pembelot juga menyebutkan bahwa senjata kimia ini diuji coba kepada tahanan politik di kamp kerja paksa.

7. Ada 1-6 juta tentara cadangan

(foto: emgn.com)

Korea Utara memiliki 1-6 juta tentara cadangan yang siap dikirim kapan saja jika seandainya terjadi perang. Bahkan, negara itu menerapkan aturan wajib militer bagi setiap laki-laki. Dalam kata lain, Korut juga akan menggunakan warga sipil sebagai tentara.

6. Memiliki senjata laser terlarang

(foto: emgn.com)

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melarang setiap negara untuk menggunakan senjata laser yang bisa membutakan mata orang. Namun, Korea Utara masih memiliki senjata ini dalam jumlah yang banyak.

Senjata laser tersebut adalah jenis ZM-87 yang mampu membutakan mata setiap orang yang terkena cahanya. China juga dilaporkan memiliki lusinan senjata ini.

5. Korea Utara memiliki unit cyber

(foto: emgn.com)

Tak hanya dari pasukan bersenjata yang dikembangkan Korut, tapi Korut juga memiliki banyak pasukan dari unit cyber. Mereka memiliki kemampuan untuk meretas ke dalam sistem komunikasi negara lain.

Buktinya, perusahaan Sony pernah diretes oleh seorang hacker dari Korut pada tahun 2014 lalu. Tak hanya itu, Korut juga dituduh pernah meretas puluhan ribu komputer dan organisasi pemerintah Korea Selatan.

4. Korea Utara memiliki banyak kapal selam

(foto: emgn.com)

Dari angkatan laut, Korut tercatat memiliki sekitar 70 sampai 75 unit kapal selam. Jumlah itu nyaris sama dengan kapal selam AS yang berjumlah 75 unit. Namun dilihat dari segi kecanggihan, kapal selam Korut masih jauh kalah dari AS yang mampu membawa puluhan nuklir dalam satu kapal.

3. Korea Utara memiliki banyak tank, artileri dan roket

(foto: emgn.com)

Korut diyakini memiliki sekitar 4.100 sampai 6.500 senjata artileri, 2.500 peluncur roket dan lebih dari 1.000 pesawat tempur. Sementara sebagian besar tank yang dimiliki negara ini tidak diketahui jumlahnya secara pasti, tapi menurut dugaan jumlahnya mencapai lebih dari seribu unit.

2. Bomber bunuh diri nuklir

(foto: emgn.com)

Pada tahun 2013, dunia dikejutkan dengan beredarnya foto sekelompok tentara Korut membawa ransel dengan logo tenaga nuklir. Dari situ muncul dugaan bahwa Korut berniat menggunakan tentaranya untuk melakukan bom bunuh diri dengan menggunakan bom nuklir. Ngeri!

1. Berapa banyak bom nuklir yang dimiliki Korea Utara?

(foto: emgn.com)

Sejauh yang diketahui dunia, Korea Utara sudah melakukan empat kali uji coba bom nuklir. Namun itu tidak memvertifikasi bahwa Korut memiliki 4 bom nuklir, bahkan bisa saja lebih.

Menurut dugaan, Korut memiliki 15-20 bom nuklir, tapi belum mampu menjangkau jarak yang jauh. Dugaan sementara, bom nuklir Korut hanya mampu mencapai kota Seoul di Korea Selatan, Tokyo di Jepang, dan Bangkok di China.
X