5 Murid Horor Yang Tega Membunuh Gurunya Sendiri


Guru dan murid sama seperti ibu dan anak. Mereka akan mendidik murid-muridnya agar jadi orang yang lebih baik dan pintar. Sama halnya sepeti orangtua, guru juga terkadang harus memarahi muridnya dengan maksud agar si murid bisa belajar dari kesalahan.

Sayangnya, banyak siswa yang salah kaprah mengartikan maksud kenapa guru marah. Hingga akhirnya banyak siswa yang menyimpan dendam terhadap gurunya sendiri dan bahkan ada beberapa siswa yang sampai berani meluapkan dendamnya dengan cara menghabisi nyawa gurunya sendiri.

Seperti yang dilakukan beberapa siswa ini yang tega membunuh gurunya sendiri dengan keji. Motifnya beragam, ada yang dendam, kesal, tak terima dimarahi, ada pula yang mengalami gangguan kejiwaan.

Berikut Wow Menariknya berhasil merangkum beberapa kasus murid yang tega menghabisi gurunya sendiri dengan cara sadis.

5. Murid bunuh guru SMP di depan kelas


Pada tahun 2013 lalu, seorang murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di China tega menikam leher gurunya sendiri hanya gara-gara ponselnya dirampas saat sedang belajar.

Menurut laporan media lokal sebagaimana dilansir Daily Mail, pelaku yang disebut Lei itu kedapatan sedang bermain ponsel di tengah pelajaran kimia di sebuah sekolah di Fuzhou, Provinsi Jiangxi, oleh gurunya yang bernama Sun Wakang.

Tak terima ponselnya dirampan dan tidak dikembalikan, keesokan harinya Lei pergi ke kelas di mana Sun mengajar. Tanpa pandang bulu, ia langsung menikam leher gurunya itu dari belakang di depan murid lainnya. Guru berusia 32 tahun itu pun tewas di lokasi kejadian, sementara murid lainnya langung pergi karena ketakutan.

4. Siswa SMA setubuhi dan membunuh guru matematikanya


Seorang siswa SMA di Massachusetts, Amerika Serikat, tega mensetubuhi guru matematiknya sendiri kemudian membunuhnya.

Pelaku yang diketahui bernama Philiph Chism (16) terbukti bersalah setelah melakukan pembunuhan tingkat satu terhadap guru matematikanya, Coolen Ritzer (24) di SMA Danvers. Pelaku dengan kejamnya menikam leher gurunya sebanyak 16 kali dengan pisau cutter di kamar mandi.

Dikutip Mirror, Chism kemudian membawa tubuh korban yang masih hidup ke hutan. Di sana ia tega memerkosa korban kemudian menyiksanya dengan tongkat kayu dan dibiarkan sampai meninggal.

Sementara itu tidak diketahui apa motif pelaku tega melakukan pembunuhan sadis tersebut, tapi pengacara Chism mengatakan kalau kliennya itu mengalami gangguan jiwa. Meskipun demikian, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di penjara selama 40 tahun.

3. Murid bunuh guru dengan panah


Seorang pelajar laki-laki yang baru berusia 14 tahun di Barcelona tega membunuh gurunya sendiri dengan panah, pada bulan Arpil 2015 lalu. Kepolisian mengatakan kalau korban adalah guru pengganti yang baru mengajar selama satu minggu. Tak hanya itu, pelaku juga melukai empat siswa lainnya.

Salah seorang juru kepolisian mengatakan kalau pelaku membawa panah dan parang. Tapi tidak diketahui secara pasti senjata mana yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Karena masih berusia 14 tahun, polisi mengatakan kalau pelaku hanya akan mendapat hukuman pidana.

2. Siswa bunuh guru karena dendam pernah dilecehkan


Siswa SMAN 8 Banjarmasin yang diketahui berinisial MP tega menghabisi nyawa gurunya sendiri lantaran kesal pernah dilecehkan.

MP membunuh korban dengan cara melilitkan tali ke leher korban hingga tercekik sampai tewas. Akibat aksinya itu, MP dijerat dengan pasal 338 jo 365 KUHP dengan ancaman hukuman sampai 15 tahun penjara.

1. Mahasiswa bunuh dosen gara-gara nilai


Tepat pada Hari Pendidikan Nasional, Senin (2/5/2016), insiden mengerikan terjadi di Medan di mana seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membunuh dosennya dengan sadis.

Menurut laporan beberapa media, motif pelaku tega membunuh dosennya hanya karena dendam. Pelaku mengaku sering dimarahi dan diancam akan diberi nilai jelek jika tidak belajar dengan baik.

Karena hal itu, pelaku tega membunuh dosennya yang bernama Dra Hj Nurain Lubbis (63), dengan cara melukai leher dan kemudian menebas tangannya. Insiden ini tepatnya terjadi di Gedung B kampus yang berlokasi di Jalan Mukhtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan itu.
X