5 Kasus Mengerikan Anak Membunuh Orang Tuanya Sendiri

(Foto: namx.org)

Orang tua adalah sosok yang harus dihormati oleh seorang anak. Karena mereka, kita ada di dunia ini. Membentak sosok ayah atau ibu saja sudah tidak diperbolehkan, apalagi memukul atau bahkan membunuhnya.

Pada kenyataannya, masih ada saja anak yang hatinya sudah buta sampai-sampai mereka berani membunuh orang tuanya sendiri dengan keji. Berbagai macam alasan seperti tak tahan disiksa orang tua, terinspirasi film, atau kesal dengan aturan orang tua, membuat mereka gelap mata membunuh orang tuanya sendiri.

Berikut Wow Menariknya merangkum dari Listverse, beberapa kasus mengerikan anak membunuh orang tuanya sendiri dengan keji.

5. Putri menembak mati ayahnya

(Foto: murderpedia.org)

Stacey Lannert, adalah salah satu perempuan yang membunuh ayahnya sendiri. Ketika berusia 18 tahun, ia menembak mati ayahnya, Thomas Lannert.

Ketika masih kecil, Stacey adalah anak kesayangan papa. Ia sudah menganggap ayahnya sendiri sebagai sosok Superman. Namun, Thomas terlalu kasar secara fisik terhadap putri lainnya, Christy. Dia sering memukul dan menendangnya.

Namun saat Stacey berusia 8 tahun, ayahnya mulai memperlakukannya secara kasar. Bahkan, ia dipaksa melakukan hubungan seks. Setelah satu dekade penyiksaan dilakukan sang ayah terhadap dirinya, akhirnya Stacey habis kesabaran.

Suatu malam, ketika ayahnya pingsan di sofa karena mabuk berat, Stacey mengambil pistol dan menembak ayahnya sendiri. Karena Stacey menembakan pistol dengan mata tertutup, peluru itu hanya mengenai bahu ayahnya.

Thomas pun terkejut dan langsung terbangun sambil berteriak meminta pertolongan. Stacey mengabaikan permintaan ayahnya itu dan langsung menembakan pistolnya lagi. Kali ini, peluru berhasil membunuh ayahnya.

Stacey pun mengakui bahwa ia telah melakukan pembunuhan dan telah dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun pada tahun 2009, hukumannya diringankan.

4. Terinspirasi film, bocah bunuh ibunya sendiri dengan palu

(Foto: itv.com)

Terinspirasi dari sebuah film opera, seorang bocah berusia 14 tahun bernama Daniel Bartlam tega membunuh ibunya sendiri dengan menggunakan palu. Dia kemudian membakar rumahnya sendiri sampai rata dengan tanah.

Ketika ditanya polisi, Daniel awalnya menjawab kalau ibunya dibunuh oleh seorang penyusup. Tapi ia kemudian mengakuinya bahwa ia adalah pelaku pembunuhan. Dia mengaku tega membunuh ibunya setelah beradu argumen.

Tapi detektif menemukan beberapa bukti lain di komputer Daniel, di mana mereka menemukan film dengan karakter yang membunuh ibunya sendiri dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan palu.

Akibat tindakan kejinya itu, Daniel dijatuhi hukuman seumur hidup, dengan maksimal 16 tahun penjara.

3. Bocah 13 tahun bantai keluarganya sendiri

(Foto: listverse.com)

Marcelo Passeghini, seorang bocah berusia 13 tahun asal Brasil, tega membunuh orang tuanya, neneknya, bibinya, dan dirinya sendiri alias bunuh diri. Menurut dugaan, Marcelo terinspirasi dari pembunuhan berantai yang terjadi pada tahun 1974 di New York.

Pada tanggal 4 Agustus 2013, Marcelo dengan santai berjalan melalui rumahnya sambil membawa pistol milik ayahnya yang bekerja sebagai polisi. Dengan darah dingin, ia kemudian membunuh ayah ibunya, dan seluruh keluarganya. Tak lama kemudian, ia mengakhiri hidupnya sendiri.

Menurut salah seorang temannya mengatakan kalau Marcelo ingin menjadi pembunuh bayaran profesional.

2. Ayah dibunuh gara-gara dilarang menikah

Ilustrasi (Foto: listverse.com)

Kasus persidangan Chiyo Aizawa merupakan peristiwa bersejarah di Jepang. Ketika itu, Mahkamah Agung Jepang terpaksa mengubah undang-undang tentang pembunuhan ibu dan ayah.

Selama hidupnya, Chiyo Aizawa diketahui melahirkan lima anak dari ayahnya. Ketika Aizawa jatuh cinta kepada seorang pria dan ingin menikah dengannya, ayahnya menguncinya di dalam rumah dan menolak mengizinkan Aizawa keluar rumah.

Tidak ada jalan lain, Aizawa kemudian mencekik ayahnya sampai mati pada tahun 1968 silam. Karena pembunuhan yang dilakukan Aizawa dianggap sangat keji, ia dijatuhi hukuman mati. Tapi diperingan setelah kasusnya dibawa ke Mahkamah Agung, sehingga menjadi 2,5 tahun.

1. Kakak adik kerja sama membunuh orang tua

(Foto: teenkillers.org)

Pada tahun 1996, Robert (17 tahun) dan adiknya Jeffrey Dingman (14 tahun) adalah dua bersaudara yang bekerja sama untuk menembak ibu dan ayah mereka sendiri sampai mati di dalam rumah.

Dua bersaudara itu mengaku resah dengan aturan orang tua mereka. Hingga kemudian, dua bersaudara itu berbicara selama beberapa bulan menyiapkan rencana untuk membunuh orang tua mereka sendiri.

Mereka pada awalnya memiliki metode pembunuhan lain seperti meracuni makanan atau menenggelamkan orang tuanya. Tapi pada akhirnya mereka memutuskan menggunakan senapan.

Setelah ditembak, dua bersaudara itu membuang tubuh orang tuanya ke kantong sampah yang mereka sembunyikan di loteng ruang bawah tanah. Parahnya lagi, dua bersaudara itu malah menggelar pesta dan mengatakan kepada teman-temannya bahwa orang tua mereka sedang pergi berlibur.

Tapi kejahatan mereka mulai tercium ketika rekan kerja korban menelepon polisi bahwa mereka berdua tidak masuk kerja. Hingga akhirnya Jeffrey mengakui pembunuhan itu dan ia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara, sementara kakaknya dijatuhi hukuman seumur hidup.
X