Korupsi Skala Kecil Yang Tanpa Disadari Terjadi Setiap Hari


Korupsi bisa diartikan sebagai tindakan merampas harta yang bukan haknya. Dalam kata lain, korupsi adalah pencurian uang negara yang dilakukan oleh seseorang dan kemudian menggunakannya untuk keperluan pribadi.

Di Indonesia, korupsi makin lama malah semakin marak saja. Jumlah uang yang dicuri pun tak tanggung-tanggung jumlahnya, mulai dari miliaran sampai triliunan. Tak heran, jika tingkat kemiskinan di negara ini semakin meningkat karena uangnya saja dicuri oleh pejabat-pejabat negara yang haus akan harta.

Korupsi yang dilakukan pejabat negara bisa dibilang dalam kategori korupsi dalam skala besar. Tapi sebenarnya, korupsi tak hanya terjadi gedung pemerintahan saja lho. Tanpa disadari, di sekeliling kita setiap harinya sering terjadi korupsi, hanya saja dalam skala kecil.

Berikut Wow Menariknya sajikan beberapa korupsi skala kecil yang tanpa disadari terjadi setiap hari di sekeliling Anda. Skala kecil inilah yang akan jadi benih-benih korupsi skala besar.

4. Uang damai saat ditilang polisi

(foto: sorotmagelang.com)

Anda pernah ditilang? Pasti Anda malas yah ikut sidang. Karena malas, lebih baik Anda memberikan 'uang damai' kepada polisi yang menilang Anda. Ditambah lagi polisinya pasti senang kalau orang yang ditilangnya mau memberikan 'uang damai'.

Ya, uang yang Anda berikan tersebut sudah termasuk dalam kategori korupsi. Anda adalah penyuap, dan polisi yang disuap.

3. Guru menjual buku

(foto: tribunnews.com)

Membeli buku sudah ada tempatnya. Tapi jika ada guru yang menyuruh muridnya untuk membeli buku, bisa jadi guru itu ingin meraup untung. Pasalnya penjualan buku khusus pendidikan sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan bukan dari perorangan.

2. Paksaan untuk ikut tambahan pelajaran

(foto: okezone.com)

Masih di dunia pendidikan yang sama rawannya jadi ladang untuk korupsi. Banyak guru yang mengambil keuntungan dengan memaksa muridnya untuk ikut pelajaran tambahan, baik itu privat atau ke suatu lembaga. Dan tentunya, pelajaran tambahan itu memakan biaya yang cukup mahal.

Jika tidak ikut tambahan, biasanya guru akan mengancanm dengan memberikan nilai jelek atau tidak meluluskannya. Alhasil, banyak murid yang memaksakan diri untuk ikut pelajaran tambahan meski tidak punya uang. Kasihan yah buat yang tidak mampu, tapi kalau yang mampu sih tidak masalah.

1. UNIKO

(foto: womenpin.com)

Kalian yang bukan orang Sunda pasti asing mendengar istilah ini. Dalam bahasa Sunda, UNIKO adalah singkatan untuk "Usaha Nipu Kolot" yang berarti suatu tindakan untuk membohongi orang tua agar mendapat uang lebih.

Nah, biasanya tindakan ini sering dilakukan para remaja yang belum kerja, khususnya anak sekolahan. Alih-alih mendapat uang jajan lebih, biasanya mereka akan memikirkan suatu cara untuk membohongi orang tuanya agar mendapat uang lebih.

Contohnya, kamu pura-pura ada buku yang harus dibeli di sekolah, padahal tidak. Atau kamu menambah tarif harga buku dari harga asilnya, sehingga ada uang yang tersisa. Hati-hati, ini adalah benih-benih korupsi.

Yang merasa suka UNIKO, pasti senyam-senyum sendiri, ayo ngak udeh!

Sumber referensi: NgeHits.net dan Wowmenariknya.com
X