6 Risiko Buruk Yang Akan Menyerang Penderita Insomnia

(foto: healthstatus.com)

Insomnia memang telah menjadi sesuatu hal yang tak asing lagi. Hampir setiap orang pasti pernah mengalaminya, namun dalam kenyataanya insomnia disebabkan oleh permasalahan psikologis atau kondisi kesehatan seseorang.

Kondisi dimana sulitnya menyempurnakan waktu tidur ini, terkadang terjadi selama berlalut-lalut tetapi ada juga yang sifatnya sementara. Tentunya, hal itu dapat mengancam si penderita dari berbagai macam risiko buruk.

Berikut adalah beberapa risiko buruk yang dapat menyerang penderita insomnia, seperti yang telah dikutip dari thehelathsite.com oleh Wow Menariknya.

1. Komplikasi kardiovaskular

Akibat dari insomnia yang berkepanjangan dapat terjangkit kondisi kardiovaskular seperti infark miokard atau yang lebih dikenal sebagai serangan jantung.

Peneliti Norwegia telah melakukan penelitian pada tahun 2011 yang melibatkan lebih dari 52.000 peserta yang diteliti selama periode 11 tahun. Setelah itu ditemukan bahwa penderita insomnia berada pada risiko yang lebih besar menderita serangan jantung.

2. Meningkatkan risiko kematian

Penelitian menunjukkan bahwa risiko kematian pada pria meningkat secara signifikan pada pasien penderita insomnia, setelah diamati bahwa mereka tidur kurang dari enam jam.

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa risiko kematian sebesar 21% untuk pria dan 5% untuk wanita. Hal ini karena mereka yang tidak mendapatkan tidur yang cukup dan juga lebih rentan terhadap penyakit seperti hipertensi.

3. Diabetes

Beberapa studi telah menemukan hubungan antara pola tidur yang buruk dengan diabetes. Dalam satu studi tersebut , peneliti mengamati bahwa pria dan wanita yang tidur dengan waktu yang lebih singkat (kurang dari 5 jam) lebih memungkinkan dapat mengembangkan penyakit diabetes, dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan tidur yang cukup setiap malamnya.

4. Meningkatkan Risiko kecelakaan

Tak hanya berefek pada kesehatan saja penderita insomnia rentan meningkatkan risiko kecelakan di jalan. Para peneliti, telah mengamati bahwa penderita insomnia yang 2,5 - 4,5 kali lebih memungkinkan mengalami kecelakaan dibandingkan dengan seseorang yang hidupnya teratur.

Hal ini karena gangguan fungsi kognitif dan konsentrasi yang lebih rendah disebabkan oleh kurangnya wakti tidur.

5. Produktivitas kerja menurun

Penderita insomnia merasa jauh lebih sulit untuk menjadi produktif di tempat kerja dan konsentrasi menurun, sehigga mengakibatkan kesulitan dalam  melaksanakan tugasnya sehari-hari.

6. Depresi dan kecemasan

Salah satu kondisi kejiwaan yang paling umum bagi penderita insomnia adalah mereka cenderung menderita depresi dan kecemasan. Meskipun penyakit mental menyebabkan insomnia, para peneliti telah menemukan bahwa hal itu juga bisa jadi sebaliknya.
X