Mengintip Mirisnya Kehidupan Ayah Kandung Marshanda


Baru-baru ini publik dikejutkan dengan pernyataan seorang pengemis yang mengaku-ngaku sebagai ayah kandung Marshanda. Rupanya, artis yang akrab dipanggil Caca itu mengakui bahwa pengemis tersebut benar-benar ayahnya.

Sebelumnya sang ayah yang bernama Irwan Yusuf sempat terjaring razia oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pada hari ini, Senin (28/3), Marshanda mengakui bahwa pria tersebut memang benar-benar ayahnya.

Meskipun ayahnya merupakan seorang pengemis, namun Caca mengaku sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan sang ayah setelah sekian lama tak berjumpa. Ibu satu anak itu juga mengatakan kalau ia tetap sayang sama ayahnya meski pernah ditinggalkan ketika kecil dulu.

(foto: dari berbagai sumber)

"Papah tetep papah aku, aku sayang papah, orang terdekat aku juga tau," katanya di depan media.

Mengutip dari beberapa sumber, Irwan terpaksa bekerja sebagai tukang bengkel di kawasan Bangka setelah cerai dari ibu Caca, Riyanti Sofyan 15 tahun silam.

Tapi sayang, bengkel tempat ia bekerja bangkrut dan Irwan harus mencari pekerjaan lain. Dilansir Detik, Irwan diketahui pernah jadi tukang fotokopi.

Namun uang yang ia dapatkan tidak cukup untuk membiayai hidupnya sehari-hari dan juga untuk membayar rumah kost-an nya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Hingga ia diusir dan sempat tinggal di mushala.

(foto: dari berbagai sumber)

Karena terbelit kebutuhan ekonomi, akhirnya Irwan memutuskan jadi pengemis untuk menyambung hidupnya. Tak lama ini, ia ditangkap Dinas Sosial Jakarta Selatan saat sedang mengemis di kawasan Bangka.

Dia mengaku-ngaku sebagai ayah kandung Marshanda, tapi tidak ada yang percaya. Berkat kabar ini beredar luas di dunia maya, akhirnya Caca angkat tangan dan mengklaim bahwa pria tersebut benar-benar ayahnya.

Suasana haru sempat mewarnai pertemuan Caca dengan sang ayah. Ketika ditemui beberapa awak media, Irwan dalam kondisi yang kurang baik, sebelah matanya putih karena luka terkena papan reklame, rambutnya berantakan, serta kakinya penuh luka, demikian mengutip dari KapanLagi.com.

Nyari foto aslinya tapi udah ilang, jadi pake foto dari hasil googling ☺️ Segala sesuatu akan indah pada waktunya. Dan hal ini ngga cuma berlaku untuk orang-orang yang beruntung secara materi, jabatan, sukses karir, atau hal lainnya yang superficial. Walaupun kita punya masa lalu yang "kurang baik" di mata masyarakat (bahkan sebagian besar orang menyebutnya "aib yang harus ditutup-tutupi"), bukan berarti kita tidak pantas disayangi, diterima, dipahami, dicintai dan dihormati sebagai seorang individu yang masih bernafas. Papaku orang baik. Dia ngga menipu, ngga meremehkan orang lain, jadi kalo berita seperti ini tentang papa keluar di media saya ngga ngerasa kaget, miris, ataupun malu. Saya menghormati papa seperti apapun dia. Sama halnya dengan bagaimana saya menghormati mama saya. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Jangan hanya karena "aturan masyarakat" yang nggak tertulis mengenai apa yang "wow" dan apa yang patut dianggap remeh, kita jadi hidup nggak pakai hati dan nggak mengenal cinta lagi. Kita dilahirkan untuk tujuan yang nggak jauh dari cinta. We are born for a great purpose. Karena Allah SWT sayang sama semua hamba-Nya. Sebersih atau sekotor apapun badan orang itu di bumi saat ini, setebel atau setipis apapun dompet dan jumlah kartu kreditnya hari ini.. Kita semua sama. Kita semua berhak dihormati, diterima, dan disayangi. #iamGreatbcosMyparentsAreWhoTheyAre #duludansekarang
A photo posted by Marshanda (@marshanda99) on

Bagaimanapun, Caca tetap senang bisa dipertemukan kembali dengan sang ayahanda. Dia bahkan sempat mengunggah foto kenangan bersama ayahnya dulu ke akun Instagram-nya.
X