Ini Dampak Negatif Terlalu Banyak Makan Nasi

Ilustrasi nasi (foto : business-spotlight.de)
Kita semua tahu nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia. Nasi selalu tersaji di atas meja makan, ditemani dengan sejumlah makanan lainnya.

Rasanya makan tanpa nasi itu hal yang mustahil. Orang Indonesia biasanya sulit kenyang jika tidak makan dengan nasi. Oleh sebab itu, makanan yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia adalah nasi.

Tapi ternyata, makan nasi terlalu banyak bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Meski perannya sebagai makanan pokok, makan nasi bisa meningkatkan risiko terkena diabetes, obesitas, dan gangguan kesehatan lainnya.

Berikut dilansir dari berbagai sumber, dampak negatif terlalu banyak makan nasi bagi kesehatan tubuh.

1. Nasi termasuk ke dalam jenis karbohidrat sederhana

Kandungan karbohidrat dalam nasi memang lebih banyak dibandingkan dengan gandum, jagung dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi lebih bertenaga setelah mengkonsumsi nasi.

Namun, karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat sederhana. Jadi, tenaga yang didapat setelah mengkonsumsi nasi tidak akan bertahan lama dan dapat menyebabkan tubuh lemah kembali.

2. Karbohidrat yang tersisa dalam tubuh akan menjadi berbahaya

(foto: xinhuanet.com)

Karbohidrat yang dimasukan ke dalam tubuh akan dibakar dan menjadi energi. Mengkonsumsi nasi yang banyak tidaklah masalah jika diiringi dengan aktivitas yang juga banyak.

Namun, jika aktivitas minim karbohidrat yang tersisa dan tak terbakar oleh tubuh justru akan membahayakan kesehatan.

3. Obesitas dipicu karena sisa karbohidrat yang tak terbakar

Konsumsi karbohidrat dan aktivitas tubuh yang tak seimbang akan menyebabkan sisa-sia karbohidrat menumpuk dalam tubuh. Efeknya, tubuh menjadi gemuk alias obesitas dan memicu penyakit jantung, hipertensi hingga kanker.

4. Meningkatnya risiko diabetes

(foto: yourherbal.com)

Karbohidrat merupakan zat gula, hal ini dibuktikan setelah kita mengkonsumsi nasi, rasa ngantuk akan muncul. Rasa kantuk berasal dari kadar gula darah yang meningkat dalam tubuh.

Nasi sangat cepat menaikkan kandungan zat gula dalam darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Dibandingkan dengan magnesium (pencegah diabetes), kandungan zat gula dalam nasi jelas lebih tinggi.

5. Memicu penyakit ginjal, jantung hingga saluran pencernaan

Beras putih yang biasa kita konsumsi sehari-hari telah mengalami penggilingan yang membuat kulit beras yang mengandung banyak serat dan mineral justru terbuang. Hal ini menyebabkan beras yang telah ditanak menjadi nasi sangat minim serat, vitamin & mineral.

Jika diabetes melitus sudah menggerogoti tubuhm, organ lain pun akan terkena imbasnya seperti jantung, ginjal dan saluran pencernaan.
X