4 Hukuman Sadis Yang Terlupakan Dari Sejarah

(foto: Listverse)
Hukum dibuat agar memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan. Oleh karena itu banyak metode hukuman yang dirancang sesadis mungkin agar tidak ada orang yang berani melanggar hukum.

Sejak dulu memang ada beberapa jenis hukuman yang terbilang sangat sadis untuk menghukum para pelaku kejahatan. Namun dengan seiring berjalannya waktu, beberapa metode hukuman ini dihapus karena dianggap tidak manusiawi atau sudah tidak efektif lagi.

Dari sekian banyak metode hukuman sadis yang kamu ketahui, berikut ini ada beberapa metode hukuman sadis yang terlupakan dari catatan sejarah, seperti dirangkum Wow Menariknya dari Listverse.

4. Jubah Pemabuk

(foto: Listverse)

Bila kebanyakan hukum dibuat untuk menyakiti para pelanggarnya, maka berbeda dengan hukuman yang satu ini di mana pelaku akan dipermalukan di depan umum.

Selama abad ke-16 dan ke 17, orang yang mabuk di muka umum akan mendapatkan ganjaran setimpal. Mereka akan diberikan hukuman yang disebut "Jubah Pemabu." Memang tidak menyakitkan, tapi sangat memalukan.

Para pelaku akan mengenakan jubah berupa sebuah barrel yang harus dipakai ke mana pun mereka pergi. Terlebih lagi, hanya kepala dan tangan yang kelihatan, sementara bagian tubuh lainnya tertutup oleh barrel.

3. Cangue

(foto: Listverse)

Di China, ada sebuah metode hukuman yang terbilang sadis dan menyiksa mental para pelakunya. Disebut cangue yang populer pada abad ke-17, hukuman ini akan menempatkan leher pelaku dalam sebuah bingkai kayu yang terkunci.

Tangan pelaku juga akan diikat dengan rantai sehingga mereka tidak bisa makan dan dibiarkan kelaparan. Hanya ada satu cara untuk bertahan hidup, yaitu dengan mengandalkan belas kasihan ornag lain.

Berat bingkai kayu itu pun disesuaikan dengan tindakan kejahatan yang telah dilakukan pelaku. Beberapa cangue dilaporkan memiliki berat sampai 90 kg, yang membuat terpidana stres bahkan sampai meninggal.

2. Pitchcaps

(foto: Listverse)

Metode hukuman yang satu ini digunakan untuk menghukum para pemberontak selama masa pemberonakan di Irlandia pada 1789. Pitchcaps itu sendiri merupakan topi berbentuk kerucut yang terbuat dari bahan anti terbakar.

Nantinya sesuatu yang panas dan mendidih akan dituangkan ke dalam kerucut topi tersebut dan kemudian digunakan untuk menutup kepala terpidana dengan cara paksa. Terbayang betapa panasnya.

Ketika topi itu dibuka, rambut dan kulit kepala korban akan ikut terangkat pula. Bahkan, dalam beberapa kasus, metode hukuman ini menggunakan mesiu dan membiarkannya terbakar ketika tertempel pada kepala korban.

1. Picket

(foto: Listverse)

Picket merupakan metode hukuman yang akan membiarkan pelaku berdiri dengan satu kaki di atas benda yang ujungnya tumpul dalam kondisi tangannya tergantung. Metode hukuman ini digunakan pada akhir abad pertengahan di Eropa, terutama di militer.

Kaki terpidana mungkin tidak akan tertusuk oleh benda tumpul yang dipijaknya, tapi itu menyebabkan sakit yang terlalu berat untuk ditanggung.
X