3 Negara Yang Paling Banyak Menikmati Kekayaan Alam Indonesia

Freeport di Papua (foto: berdikarionline.com)

Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya, baik yang hayati maupun yang non hayati. Tak heran jika Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang memiliki kekayaan paling melimpah di dunia.

Karena memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah, Indonesia seharusnya bisa menjadi negara paling maju dan mandiri. Namun sayang, Indonesia belum mampu memanfaatkan SDA dengan baik sehingga masih memanfaatkan tenaga asing untuk mengelolanya.

Tak heran jika kekayaan Indonesia sebenarnya banyak dinikmati oleh negara-negara lain, sementara masyarakat Indonesia sendiri hanya bisa meratapinya. Langsung saja, berikut negara-negara yang paling banyak meraup keuntungan dari kekayaan alam Indonesia.

3. Amerika Serikat

(foto: molsemforall.com)

Masyarakat pasti sudah tidak asing lagi dengan Freeport, perusahaan tambang di Papua yang sebagian besarnya dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat. Tahu tidak, AS meraup untung sangat besar dari perusahaan tambang ini, sementara Indonesia hanya sedikit menikmatinya.

Seperti dilansir dari merdeka.com, produksi tambang di Freeport per hari bisa mencapai 220.000 biji mentah emas dan perak. Terbayang berapa besar untung yang didapat AS dari kekayaan milik Indonesia ini, sementara masyarakat pribuminya hidup di tengah kemiskinan.

Tak hanya Freeport, masih ada perusahaan asal Colorado, New Mont yang mengelola beberapa tambang emas dan tembaga di kawasan  NTT dan NTB. Tentu, mereka hanya menyetorkan sebagian kecil dari pendapatan total mereka ke pemerintah.

2. China

(foto: ijomuda.com)

Selain Amerika Serikat, Negeri Tirai Bambu juga aktif menikmati kekayaan alam Indonesia. Salah satu investasi China di Tanah Air yaitu di bidang batu bara, nikel dan bauksit.

PT Heng Fung Mining Indonesia merupakan salah satu perusahaan China yang berinvestasi di bidang nikel, di Halmahera, Maluku. Target produksi perusahaan ini bisa mencapai 200 juta ton. Kemudian ada PetroChina, perusahaan migas China yang sudah menguasai beberapa blok.

1. Prancis

(foto: energitoday.com)

Perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie mengelola blok migas di Mahakam, Kalimantan Timur. Setidaknya, Total mengendalikan 50 persen saham dari blok tersebut.

Selain Total, ada perusahaan Prancis lain, Eramet yang berinvestasi di bidang pengelolaan dan pemurnian bahan tambang, di Halmahera Utara, Maluku, dengan kapasitan 3 juta ton per tahun.
X