Mengerikannya Azab Allah Kepada Penduduk Kota Sodom

Ilustrasi (foto: Wikipedia)

Kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) di Indonesia semakin marak saja. Bercerita tentang kaum LGBT, kita jadi teringat dengan kisah umat Nabi Luth di Kota Sodom yang diberikan azab mengerikan oleh Allah SWT.

Kota Sodom itu sendiri merupakan sebuah kota dengan penduduk yang sudah tidak memiliki moral. Hampir semua pria di kota ini suka terhadap sesama jenisnya, begitupun dengan kaum perempuan.

Oleh karena itu Nabi Luth diutus untuk berdakwah ke kota tersebut agar semua penduduknya mau beriman kepada Allah. Namun, hanya sebagian kecil yang mau mengikuti ajaran Nabi Luth, sementara yang lain malah menentangnya dan tetap menjalankan maksiat.

Telinga penduduk kota Sodom sudah tuli, hati mereka sudah keras bagaikan batu. Ajaran Nabi Luth dianggap tak berarti apa-apa. Hingga suatu ketika, Nabi Luth merasa dakwahnya terhadap mereka sia-sia.

Nabi Luth pun berdoa kepada Allah agar kaum Sodom diberikan azab yang mengerikan. Allah pun mengabulkan doa Nabi Luth dengan mengirimkan tiga malaikat yang menyamar sebagai manusia.

Ketiga malaikat itu sempat bertemu dengan Nabi Ibrahim dengan membawa kabar gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu bahwa mereka adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum Sodom.

Pertemuan Nabi Ibrahim dan ketiga malaikat itu dikisahkan dalam surat Adh-Dhariyat ayat 31-34. Allah SWT berfirman:

"Ibrahim bertanya: 'Apa urusanmu hai para utusan?' Mereka menjawab: 'Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah, yang ditandai disisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas'." (QS. Adh-Dhariyat: ayat 31-34).

Dalam pertmuan itu, Nabi Ibrahim memohon agar azab kepada kaum Sodom ditunda dan juga meminta agar anak saudaranya, Luth diselematkan dari azab tersebut.

Malaikat itu pun mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim dan memberi kesempatan kepada kaum Sodom. Namun sayang, kaum Sodom tetap saja tidak berubah dan tetap berprilaku seperti manusia yang sudah tidak bermoral.

Malaikat-malaikat itu menyerukan kepada Nabi Luth dan keluarganya untuk segera meninggalkan kampung halamannya karena azab Allah akan segera tiba. Para malaikat juga berpesan kepada Nabi Luth untuk tidak menoleh ke belakang saat dalam perjalanan.


Nabi Luth pun bergegas pergi meninggalkan kampung maksiat itu beserta kedua puterinya dan istrinya. Namun, istri Nabi Luth yang merupakan musuh dalam selimut tidak tega meninggalkan kaumnya sehingga ia menoleh ke belakang dan tertinggal di belakang.

"Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?". (QS. Hud: ayat 81).

Azab Allah kepada kaum Sodom begitu mengerikan. Gempa bumi yang begitu dahsyatnya sampai menjungkirbalikan kota Sodom, disertai dengan angin yang kencang dan hujan batu. Mayat-mayat bertebaran dan hancurlah kota Sodom.


"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi." (Surat Huud: ayat 82).

Azab itu didahului dengan gempa bumi yang begitu dahsyatnya sampai membuat tanah jadi terbelah. Dari tanah yang terbelah itu, muncul semburan lahar panas yang menghujani kaum Sodom. Itulah yang Allah maksudkan dalam Alqruan dengan hujan batu dari tanah yang terbakar.
X