Di Malang, Pelajar Yang Merayakan Valentine Akan Diberikan Sanksi

Ilustrasi (foto: infospesial.net)


Pada tanggal 14 Februari, remaja di Indonesia biasanya ramai-ramai merayakan hari Valentine. Kecuali remaja di Malang, Jawa Timur, yang kelihatannya tidak bisa merayakan hari kasih sayang itu jika tidak ingin diberikan sanksi.

Dilansir Beritasatu.com, Minggu (7/2/2016), Dinas Pendidikan Kota Malang sudah menyiapkan sanksi bagi siswa-siswi yang merayakan Valentine karena dianggap melanggar aturan daerah.

"Kami mengeluarkan aturan laranganperayaan valentine bagi siswa-siswi sekolah. Kami juga mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar menerapkan aturan itu dengan ketat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah.

"Jika ada yang melanggar aturan tersebut , Disdik sudah menyiapkan sanksi sebab perayaan valentine bertentangan dengan moral, kultur budaya bangsa Indonesia, serta norma-norma di negeri ini," tambahnya.

Penculikan dan penipuan menjadi alasan lain Disdik menerapkan aturan larangan merayakan Valentine.

Menurut Zubaidah, Valentine lebih bermakna diberikan kepada orang tua di rumah. Valentine juga dikhawatirkan bisa mengeluarkan anak-anak dari rel, yang berarti bisa menyimpan dari ajaran agama Islam.
X