Ini Bahaya Mengkonsumsi Air Minum Kemasan

Ilustrasi (foto : gulfafricareview.com)
Kebutuhan manusia akan air memang tak dapat dipungkiri. Sebagai salah satu komponen paling penting dan paling besar dalam tubuh, air menjadi kebutuhan semua orang.

Sebelum ada air dalam kemasan, air minum biasanya diperoleh dari air yang direbus terlebih dahulu dan disimpan dalam botol, teko atau tempat penyimpanan airnya. Semakin berkembangnya zaman dan sifat manusia yang menyukai produk instan, air dalam kemasan botol atau gelas menjadi pilihan yang paling diminati untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari.

Kebanyakan masyarakat lebih memilh air minum kemasan daripada membawa air masak dari rumah. Meski telah tenar, banyak yang belum menyadari bahaya yang dihasilkan dari air minum dalam kemasan ini bagi tubuh meupun bagi lingkungan.

Produk air kemasan biasanya meyakinkan konsumen dengan memberikan pernyataan bahwa air tersebut berasal dari sumber mata air pilihan dan telah diproses untuk menghilangkan bahan-bahan kontaminan serta kandungan bakteri di dalamnya.

Fakta mengejutkan adalah, air kemasan ternyata tak melalui proses masak terlebih dahulu. Dengan kata lain air kemasan merupakan air mentah yang hanya melalui proses penjernihan.

Bukan hanya itu, bahan kimia yang menjadi bahan pembuatan kemasan air minum dapat larut dalam air. Dalam suhu tinggi dan durasi waktu panjang, semakin tinggi potensi abahan kimia tersebut larut dalam air.

Bahan kimia toksin yang biasa disebut antimon yang larut dalam air dan terminum dapat menyebabkan pusing, rasa sakit, pembekuan peredaran darah hingga memicu pertumbuhan sel kanker.

Bukan hanya bagi tubuh, kemasan bekas air minum juga menjadi pencemar lingkungan nomor satu karena minimpnya proses daur ulang. Jika tak melewati proses daur ulang, kemasan-kemasan ini akan dibakar dan asapnya akan mencemari udara sekitar.
X