Suka Berbohong? Hati-Hati Terjangkit Penyakit Mematikan Ini

Ilustrasi (foto: dailymail.co.uk)

Berbohong biasa dilakukan saat seseorang ingin menutupi sesuatu dari orang lain. Berbohong memang dilakukan untuk memperoleh kepentingan tertentu seperti menyelamatkan diri atau hanya iseng.

Meski berbohong terkesan sederhana, namun ternyata berbohong dapat memicu penyakit berbahaya. Saat berbohong, tubuh akan melepaskan hormon penyebab stres yang berdampak pada peningkatan detak jantung.

Berbohong memberikan rasa tenang sesaat karena lepas dari kondisi yang tak diinginkan, namun jangan remehkan efek jangka panjangnya. Efek jangka panjang dari berbohong dapat menyebabkan stoke, penyakit jantung, kanker, diabetes hingga gagal jantung.

Seorang peneliti, Dr. Saundra Dalton-Smith, mengungkapkan bahwa saat seseorang berbohong maka pencernaan akan melambat dan hipersesnsitif pada serat otot serta saraf.

Dia menambahakan bahwa saat menambahkan tindakan kebohongan maka tekanan darah akan meningkat dalam hati. Hal ini dapat dibuktikan pada lie detector (alat pendeteksi kebohongan) bahwa ada keterkaitan antara tekanan darah dengan tindakan berbohong.

Alat pendeteksi kebohongan ini bekerja mendeteksi kebohongan seseorang lewat aliran darah mereka. Dengan kata lain ada perubaha tekanan darah saat seseorang berbohong.

Efek dari berbohong mungkin tidak langsung terasa, namun semakin sering berbohong semakin besar juga risiko merasakan penyakit berat di atas.

Sumber: Daily Mail
X